KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Semarang mencatat 129 kasus baru orang dengan HIV/AIDS (Odha).
Ketua KPAD Semarang Puguh Wijoyo Pajuwojo melalui Staf Sekretaris KPAD Taufik Kurniawan mengatakan kasus baru HIV/AIDS didominasi masyarakat usia produktif.
“Di kisaran usia 25 sampai 29 tahun itu ada 27 orang,” ungkapnya, Selasa, 2 Desember 2025.
Kemudian untuk usia 30—34 tahun total 19 orang, dan usia 45—49 tahun 17 orang.
“Ada juga tercatat di pengidap HIV/AIDS yang baru ditemukan di Kabupaten Semarang ini yang merupakan dua orang balita,” bebernya.
Taufik menyebut dari jumlah kasus baru ini, 25 di antaranya berasal dari populasi umum. Ia menilai temuan tersebut cukup memprihatinkan karena bukan kelompok risiko tinggi.
“Karena mereka datang dari populasi umum, maka peran keluarga ini sangat penting untuk ke depan dapat mencegah munculnya kasus-kasus HIV/AIDS baru. Karena keluarga adalah salah satu faktor penting untuk bisa melakukan pencegahan dan penularan HIV itu,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Taufik, fungsi keagamaan dan cinta kasih kepada anak dan anggota keluarga lainnya ini juga sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan penularan HIV.
Menurutnya upaya pencegahan untuk mengakhiri endemi HIV sedang dilakukan di Indonesia dan berbagai negara dunia.
Dia menyebut indikator untuk mengakhiri endemi HIV di tahun 2030 ada tiga hal, yaitu tidak ada temuan kasus HIV yang baru, tidak ada kesakitan atau kematian karena HIV.
“Ditambah satu lagi sebagai indikatornya, yaitu tidak ada lagi stigma dan diskriminasi yang muncul terhadap para penderita HIV/AIDS itu,” pungkasnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa






























