BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat diselesaikan pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih memasuki tahap tender ulang setelah proses lelang sebelumnya tidak menghasilkan penyedia yang memenuhi persyaratan.
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, mengungkapkan bahwa proses lelang awal telah dilakukan pada Januari 2026. Namun, seluruh peserta dinyatakan tidak lolos berdasarkan hasil evaluasi administrasi, teknis, maupun kualifikasi.
“Sudah dilakukan lelang pada Januari, tetapi tidak ada penyedia yang memenuhi syarat. Sehingga kami lanjutkan dengan proses tender ulang,” katanya saat ditemui di Kantor DPUPR Batang, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, tahapan tender ulang kini telah melewati proses peninjauan oleh Inspektorat dan bagian hukum.
Pihaknya menargetkan pengumuman tender dapat dilakukan dalam waktu dekat. Dengan demikian, penetapan pemenang hingga penandatanganan kontrak diharapkan bisa terealisasi pada pertengahan hingga akhir April 2026.
“Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik jembatan diperkirakan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun, yakni sekitar Juni hingga Oktober 2026. Target kami sebelum November 2026 pembangunan sudah selesai,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, pembangunan Jembatan Kalibelo dialokasikan sebesar Rp8,9 miliar. Infrastruktur tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar kurang lebih 9 meter.
Endro menambahkan, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Batang.
“Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid





























