KENDAL, Lingkarjateng.id – Inovasi KAJEKZI (Kader Ojek Gizi) yang dikembangkan Puskesmas Ringinarum Kabupaten Kendal berhasil menembus jajaran Top 10 Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) 2026.
Keberhasilan tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, saat kegiatan coffee morning di Kantor Bapperida Kendal, Jumat, 19 Juni 2026.
Izzudin menjelaskan Kabupaten Kendal mengirimkan lima inovasi dalam ajang IDEA Jateng 2026. Dari jumlah tersebut, dua inovasi berhasil masuk top 50, yakni Prenatal Yoga dari Puskesmas Cepiring dan KAJEKZI dari Puskesmas Ringinarum.
“KAJEKZI berhasil masuk lima terbaik kategori kabupaten/kota dan menjadi bagian dari Top 10 IDEA Jateng 2026 dari total 142 inovasi yang berpartisipasi,” ujar Izzudin.
Menurutnya, penghargaan bagi para pemenang akan diberikan pada 26 Juni 2026 mendatang dalam rangkaian Pameran Produk Inovasi (PPI) yang digelar BRIDA Jawa Tengah.
Ia mengatakan penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah kepada kepala daerah penerima.
“Nanti penghargaan akan diterimakan kepada Ibu Bupati Kendal,” katanya.
Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Huda, mengatakan KAJEKZI merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang mengandalkan peran kader dalam mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal sekaligus memberikan edukasi gizi kepada keluarga sasaran.
Melalui sistem layanan dari rumah ke rumah, kader tidak hanya mengantarkan makanan tambahan, tetapi juga melakukan pendampingan, pemantauan konsumsi PMT, serta mengawasi perkembangan status gizi anak.
“KAJEKZI hadir untuk mempermudah pelayanan dan menghadirkan solusi nyata dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan layanan gizi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap masih tingginya perhatian terhadap kasus stunting di Kabupaten Kendal sehingga diperlukan model intervensi yang lebih efektif dan menjangkau langsung keluarga sasaran.
Sebelum menorehkan prestasi di tingkat provinsi, KAJEKZI juga berhasil meraih peringkat pertama kategori Inovasi Terpuji tingkat Puskesmas di Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr. Anita Dianawati, menilai program tersebut memiliki potensi besar untuk diterapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, pelaksanaan program PMT telah didukung alokasi anggaran yang jelas, termasuk untuk mendukung operasional kader dalam menyalurkan bantuan makanan tambahan kepada masyarakat.
“Yang perlu terus didorong adalah kolaborasi antara puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, dan seluruh lintas sektor. Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan kasus stunting di Kabupaten Kendal terus menurun,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid































