Semarang (lingkarjateng.id) – Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional memasuki tahap akhir. Pasalnya, seluruh proses verifikasi dan penilaian disebut telah dilalui, sehingga kini tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi mengatakan usulan telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan. Pemkot Semarang bersama Pemprov Jawa Tengah sebelumnya telah mengajukan nama KH Sholeh Darat untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
“Untuk pengusulan gelar Pahlawan Nasional Sholeh Darat sudah sampai tahap akhir, sudah final, lolos memenuhi syarat. Tinggal menunggu keputusan Presiden,” kata Agus, Selasa (25/8).
Menurutnya, proses pengusulan tidak berlangsung singkat. Berbagai persyaratan harus dipenuhi, mulai dari kelengkapan dokumen, kajian, jurnal internasional, survei lapangan hingga penelusuran karya dan kiprah KH Sholeh Darat.
Usulan tersebut juga telah melalui verifikasi lapangan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Setelah dinyatakan memenuhi syarat, nama KH Sholeh Darat bersama calon Pahlawan Nasional lainnya diajukan kepada Presiden melalui Menteri Sosial.
Agus menyebut keputusan akhir berada di tangan Presiden. Sebab, terdapat banyak nama calon Pahlawan Nasional dari berbagai daerah yang turut diusulkan. “Nanti tinggal dipilih oleh Presiden karena secara nasional banyak usulan, bukan hanya dari Semarang saja,” ujarnya.
Untuk tahun ini, Jawa Tengah mengusulkan dua tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, yakni KH Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo. Agus berharap KH Sholeh Darat dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini.
Jika belum terealisasi, menurutnya, peluang tersebut masih terbuka pada tahun berikutnya karena usulan yang telah memenuhi persyaratan tidak memiliki batas waktu. “Harapannya tahun ini ya, karena proses yang kita lakukan sudah cukup lama,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu alasan kuat pengusulan KH Sholeh Darat adalah bentuk perjuangannya melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perjuangannya dinilai turut membantu mencerdaskan masyarakat serta menyatukan berbagai elemen melalui pendidikan agama.
“Rata-rata Pahlawan Nasional itu kan berjuang mengangkat senjata melawan penjajah. Tapi Sholeh Darat berjuang mengentaskan kebodohan, beliau menjadi suri tauladan dari sisi keilmuannya,” jelasnya.
Pengaruh KH Sholeh Darat pada masa kolonial juga dinilai cukup besar. Kiprahnya dalam bidang keilmuan melahirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, serta R.A. Kartini.
KH Hasyim Asy’ari kemudian dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, sedangkan KH Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah. Sementara R.A. Kartini juga disebut pernah menjadi murid KH Sholeh Darat.
“Para murid beliau seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta R.A. Kartini. Kiprah tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat,” tuturnya.***
Jurnalis : Syahril Muadz
Editor : Redaksi






























