Semarang (lingkarjateng.id) – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang menyiapkan sistem digital untuk membenahi pendataan organisasi kepemudaan yang selama ini dinilai belum tertata dan menyulitkan pembaruan informasi.
Melalui digitalisasi berupa Matras Pemuda, data tersebut nantinya terhimpun dalam satu platform yang terintegrasi.
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kota Semarang, Enita Damayanti, mengatakan selama ini pendataan organisasi masih mengandalkan file Excel. Kondisi tersebut membuat pembaruan data perlu dilakukan secara lebih terstruktur.
“Selama ini data yang ada hanya berbentuk Excel dan belum tertata dalam spreadsheet. Dengan Matras Pemuda, kami ingin membuat satu data yang akurat dan berkelanjutan,” kata Enita saat peluncuran sistem di Aula Balai Kota Semarang, Minggu (11/10).
Saat ini, terdapat 95 organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang. Dispora juga akan mendata organisasi pelajar yang tergabung dalam Forum Komunikasi OSIS (FKO).
Enita mengatakan, salah satu persoalan dalam pendataan adalah perubahan susunan pengurus yang terjadi secara berkala. Setiap organisasi diminta menyerahkan surat keputusan (SK) kepengurusan terbaru agar informasi yang tersimpan tetap sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Namanya organisasi kepemudaan, tentu selalu ada perubahan susunan kepengurusan. Nanti kami akan meminta SK pengurus dari setiap OKP dan FKO yang mengalami perubahan setiap tahunnya,” ujarnya.
Menurut Enita, pendataan bukan sekadar kebutuhan administrasi. Data organisasi kepemudaan juga menjadi salah satu komponen pemenuhan indikator kinerja utama (IKU) perangkat daerah. Untuk itu, validitas data dan keaktifan organisasi perlu menjadi perhatian.
Matras Pemuda akan dikembangkan dalam bentuk dashboard berbasis web yang terintegrasi dengan situs resmi Dispora Kota Semarang. Masyarakat nantinya dapat mengakses informasi organisasi kepemudaan melalui laman tersebut.
Ia berharap keterbukaan informasi itu memudahkan masyarakat maupun pihak lain yang membutuhkan data organisasi pemuda. Pembaruan secara berkala juga akan dilakukan agar informasi yang tersedia tidak tertinggal dari perkembangan organisasi.
“Harapannya, data ini selalu akurat dan berkelanjutan. Nanti kami juga berharap bisa mengintegrasikannya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga ketika data tersebut dibutuhkan oleh kementerian,” katanya.
Dispora juga akan memanfaatkan kegiatan rapat kerja KNPI. Forum tersebut menjadi ruang bagi organisasi kepemudaan untuk menyampaikan usulan, gagasan, dan ide sebagai bahan penyusunan program kerja tahunan. (Lingkar Network/Syahril).***
Editor : Adi Arfian































