DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Demak terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui program Demang Ngantor Desa. Program tersebut juga menjadi ruang bagi Bupati Demak Eisti’anah untuk menyerap aspirasi dan keluhan warga secara langsung.
Kali ini Demang Ngantor Desa digelar di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan keempat sepanjang 2026.
“Ini merupakan salah satu program prioritas yang sedang dan akan kami terus lakukan. Ini merupakan yang keempat pada tahun ini. Ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Demak untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat agar lebih mudah,” kata Eisti’anah.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
Melalui masukan yang disampaikan warga, pemerintah daerah dapat mengetahui kebutuhan di lapangan sekaligus menentukan langkah perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran.
Eisti’anah mencontohkan, keluhan warga mengenai kondisi jalan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan telah dianggarkan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Ini menunjukkan masyarakat care, dengan mengajukan keluhan dan pemerintah mendengarkan. Akan kita lakukan secara bertahap karena tidak bisa sekaligus langsung selesai,” ujarnya.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten agar penanganan berbagai permasalahan dapat berjalan optimal.
“Kami akui karena keterbatasan anggaran kami, sehingga upaya saling menghargai dan saling mendukung, baik dari masyarakat, pemerintah desa, maupun pemerintah kabupaten, insyaallah dapat kita selesaikan bersama,” katanya.
Selain meningkatkan akses pelayanan publik, Pemkab Demak juga melibatkan sektor pertanian, badan usaha milik daerah (BUMD), serta berbagai pihak lainnya untuk membantu menekan inflasi di tingkat desa. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penjualan sembako murah.
Eisti’anah berahap, pelaksanaan Demang Ngantor Desa memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi warga desa yang menjadi lokasi kegiatan, tapi juga masyarakat dari desa-desa lain.
“Bukan hanya di desa itu saja yang berhak mendapatkan pelayanan, tetapi sekitar, maksimal satu kecamatan, bisa hadir dan mendapatkan pelayanan tersebut,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar






























