KENDAL, Lingkarjateng.id – Ratusan warga tumpah ruah mengikuti karnaval budaya sekaligus berebut gunungan hasil bumi agenda Merti Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal pada Minggu, 8 Agustus 2026 sore.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang membuka agenda tersebut mengatakan bahwa merti desa merupakan tradisi yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh generasi. Tradisi ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi sarana untuk nguri-uri budaya lokal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.
“Kita harus terus nguri-uri budaya lokal kita agar tidak tergerus, apalagi di tengah kemajuan zaman dan gempuran budaya asing,” ungkapnya.
Bupati Tika mengapresiasi pelaksanaan merti desa Purworejo yang untuk pertama kalinya digelar tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menunjukkan kuatnya semangat guyub rukun masyarakat sekaligus kepedulian warga terhadap adat dan tradisi leluhur.
“Melalui merti desa ini kita bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat dari Allah Subhanahu Wata’ala,” ucapnya.
Ia menambahkan, nilai penting dalam merti desa tidak hanya terletak pada rangkaian ritual budaya, tetapi juga pada semangat gotong royong, kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, semangat inilah yang harus terus kita pupuk dan kuatkan. Saya berharap semangat kebersamaan dan gotong royong dapat terus terjaga, persatuan dan kesatuan semakin kokoh,” ujarnya.
Bupati Tika juga berharap Desa Purworejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kendal dalam menjaga tradisi dan budaya lokal, namun tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Ahmad Zaini, mengatakan merti desa tahun ini merupakan pelaksanaan perdana di Desa Purworejo. Meski baru pertama kali digelar, rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.
“Rangkaian kegiatan merti desa ini sudah kita gelar sejak kemarin-kemarin. Tanggal 7 Agustus kemarin kita gelar seni budaya barongan dan lain-lain. Pada Minggu pagi, kami bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga juga melaksanakan ziarah serta doa bersama,” ungkap Kades Purworejo.
Setelah karnaval budaya, warga juga dihibur penampilan Ratu Kendang, Mutik Nida. Sementara pada malam harinya, rangkaian Merti Desa ditutup dengan kegiatan sholawat bersama Majelis Al Muqorrobin.
Kades Purworejo menjelaskan pelaksanaan merti desa pada dasarnya merupakan bentuk sedekah desa sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan Allah SWT.
“Maksud dan tujuannya adalah sedekah desa sebagai bentuk rasa syukur kami atas rezeki yang berlimpah dari Allah SWT. Kita juga berdoa agar diberikan keselamatan, dan warga desa makin guyub rukun, aman, tenteram dan damai,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































