BLORA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengajukan penambahan alokasi gas LPG subsidi 3 kilogram (kg) kepada Pertamina untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
Langkah tersebut juga dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi kekurangan pasokan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tradisi sedekah bumi, Natal, dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) Blora, Kiswoyo, mengatakan pengajuan tambahan dilakukan pada akhir Mei 2026 melalui surat resmi kepada Pertamina.
“Per 29 Mei kemarin kami sudah menandatangani penambahan ke Pertamina sebanyak 52. 960 tabung. Untuk persetujuan jumlah itu kewenangan Pertamina,” ujar Kiswoyo, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Pertamina kerap menyetujui permintaan tambahan alokasi LPG dari daerah saat terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa LPG bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang menggunakan gas untuk kegiatan memasak.
Ia juga mengingatkan bahwa sektor usaha tertentu seperti restoran dan usaha laundry tidak diperbolehkan menggunakan LPG subsidi. Penggunaan LPG bersubsidi pun dibatasi hanya untuk kebutuhan memasak, bukan untuk keperluan lain seperti penerangan.
“Usaha mikro yang boleh itu seperti warung makan kecil yang digunakan untuk memasak. Tetapi kalau LPG itu digunakan sebagai penerangan itu tidak boleh, khusus untuk memasak. Kuota volume 22.910 metrik ton,” ujarnya.
Kiswoyo mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi gas melon tersebut lebih tepat sasaran.
“Insyaallah ketersediaan cukup. Yang penting kita menjaga subsidi LPG ini biar tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina, Pertamina, Taufiq Kurniawan, memastikan bahwa pasokan LPG di Kabupaten Blora dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Menurutnya, distribusi LPG subsidi di Blora mencapai 655.667 tabung per hari sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.
Ia juga menyampaikan bahwa Pertamina telah menyetujui permintaan tambahan dari Pemkab Blora sebanyak 157.360 tabung atau sekitar 24 persen dari alokasi harian.
“Namun, dari Pemkab Blora sempat mengajukan penambahan dan dari Pertamina menyetujui sebanyak 157.360 tabung. 24 persen dari alokasi harian,” ucapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid






























