SEMARANG, Lingkarjateng.id – Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng enam perguruan tinggi yaitu Universitas Widya Husada Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Karya Husada Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, STIKES Telogorejo, dan Universitas Muhammadiyah Semarang dalam rangka mengusung program kerja social campaign dengan tema “CARE (Campaign, Awareness, Remind, Education) for Diabetes di Simpang Lima Semarang pada Minggu, 25 Agustus 2024 pukul 06.00 WIB.
Social campaign ini terselenggara didasari oleh perhatian mahasiswa keperawatan Kota Semarang terhadap masyarakat yang mengidap diabetes. Diabetes menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia salah satunya yaitu Kota Semarang. Menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di Indonesia telah mencapai angka 19,5 juta orang pada tahun 2024, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia.
Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya kasus diabetes yang tidak terdiagnosis, terutama pada orang dewasa yang belum menyadari bahwa mereka memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kondisinya yang mengidap diabetes akan mengakibatkan keadaan yang buruk bahkan kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan kasus diabetes melitus di Kota Semarang pada tahun 2023 mencapai 5.991 kasus. Perubahan gaya hidup yang menurun, populasi penduduk yang meningkat, kurangnya kesadaran dan pendidikan kesehatan, dan juga faktor genetik menjadi faktor risiko meningkatnya prevalensi diabetes melitus di Kota Semarang.
“Kegiatan social campaign ini diadakan oleh mahasiswa keperawatan se-Kota Semarang, saya merasa senang dan bangga serta mengucapkan terima kasih kepada tujuh perguruan tinggi yang terlibat yaitu Universitas Diponegoro, Universitas Widya Husada Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Karya Husada Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, STIKES Telogorejo, dan Universitas Muhammadiyah Semarang yang telah mendukung acara social campaign ini. Semoga masyarakat dapat merasakan dampak kebaikan dengan diadakannya cek kesehatan gratis dan menjadi lebih peduli dengan kesehatannya, semoga acara social campaign ini bisa berlanjut di tahun yang mendatang,” ungkap Ketua program Sarjana Keperawatan Universitas Diponegoro, Agus Santoso dalam sambutannya dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Keperawatan Universitas Diponegoro, Jihan Fadhilah.
Acara ini dihadiri oleh ketua program studi Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Dwi Retno Sulistyaningsih dan Universitas Widya Husada Semarang, Niken Sukesi. Hadir pula dosen pembimbing bidang hubungan eksternal himpunan mahasiswa keperawatan Universitas Diponegoro, Madya Sulisno, beserta tamu undangan lainnya. Selanjutnya, pengunjung dan tamu undangan dimanjakan dengan penampilan seni yaitu menyanyi oleh mahasiswa keperawatan STIKES Telogorejo Semarang, Icha Zunia Rohmah.
Social campaign dengan tema “CARE” hadir membantu masyarakat Kota Semarang untuk mencegah dan mengatasi diabetes. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Semarang dengan mendeteksi dini penyakit diabetes sebagai upaya penanganan promotif dan preventif (pencegahan) dengan memberikan cek kesehatan secara gratis yang meliputi tiga stand yaitu stand cek gula darah, cek asam urat, dan cek kolesterol, stand edukasi kesehatan, dan stand pijat refleksi. Antusiasme masyarakat semakin meningkat ketika dibagikan souvenir dari panitia. Stand cek gula darah, kolesterol, dan asam urat menjadi stand yang paling digemari masyarakat saat acara ini berlangsung.
“Saya sangat senang pada hari ini karena rekan mahasiswa Kota Semarang mengadakan acara yang positif dan memberi cek kesehatan gratis yang tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya orang tua untuk mengetahui kondisi kesehatannya, saya harap acara ini bisa dilaksanakan lagi tahun depan dengan lebih banyak kuota pengunjung cek kesehatan”, ucap Nabila selaku salah satu pengunjung dan peserta cek kesehatan.
Dengan adanya edukasi kesehatan pada acara social campaign dengan tema “CARE (Campaign, Awareness, Remind, Education) for Diabetes, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengontrol kadar gula darah dalam tubuh serta melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup dan pencegahan penyakit kronis seperti diabetes melitus. (Lingkar Network | HMS – Lingkarjateng.id)































