KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Ketua Komisi D Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan ofisial Kontingen Kabupaten Semarang yang telah berjuang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) XVII 2026.
Kontingen Kabupaten Semarang berhasil finis di peringkat ke-10 klasemen akhir dengan raihan 25 medali emas, 30 perak, dan 34 perunggu. Meski belum mencapai target awal di posisi ketujuh atau kedelapan, capaian tersebut tetap mendapat apresiasi.
Pria yang akrab disapa Jito itu menyampaikan penghargaan kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Semarang. Ia juga berpesan agar atlet peraih medali tidak cepat berpuas diri, sementara atlet yang belum berhasil diminta tetap semangat berlatih.
“Tentu yang pertama kami mengapresiasi kepada anak-anak kita yang sudah membela Kabupaten Semarang di Porprov Jateng XVII 2026 ini tanpa lelah sedikit pun, itu patut kita hargai,” ungkap Jito, Minggu, 1 November 2026.
Menurutnya, hasil Porprov menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga di daerah. Karena itu, evaluasi dan pembenahan harus segera dilakukan, mulai dari aspek kepelatihan, pembinaan hingga pembibitan atlet di seluruh cabang olahraga (cabor).
Jito juga meminta Pemkab Semarang lebih memperhatikan kesejahteraan atlet berprestasi melalui pemberian bonus atau tanda asih. Ia menyebut, Pemkab bersama DPRD telah mempersiapkan anggaran penghargaan tersebut, meski nominalnya masih disesuaikan dengan kemampuan APBD.
“Prinsip bonus atau tanda asih itu tetap kami persiapkan di perubahan anggaran tahun 2027 nanti,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemajuan olahraga daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan pihak swasta juga diperlukan untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, mengaku hingga kini belum menerima informasi mengenai besaran bonus yang akan diberikan Pemkab kepada atlet peraih medali.
“Jujur sampai sekarang soal bonus kami belum tahu, karena belum dibahas sama sekali kepada kami, sehingga soal bonus kami masih menunggu kejelasan dari Pemkab Semarang,” ujar Dody.
Namun, Dody menegaskan belum tercapainya target perolehan medali bukan disebabkan persoalan bonus. Menurutnya, ketatnya persaingan dan semakin meratanya kemampuan atlet antardaerah menjadi faktor utama.
“Dinamika di lapangan itu persaingannya sangat ketat sekali, kemampuan atlet-atlet dari berbagai daerah ini begitu merata. Jadi bukan karena soal besaran bonus ya,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Hesty Imaniar
Editor: Sekar






























