Batang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, memprioritaskan kajian perbaikan jembatan yang terdampak bencana sebagai upaya memperlancar perekonomian masyarakat.
Bupati Batang Faiz Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya telah memberi instruksi tegas kepada jajarannya untuk memprioritaskan penanganan infrastruktur terdampak bencana seperti Jembatan Ngroto di Kecamatan Reban.
“Tolong Bappeda, DPMPPR untuk segera disurvei. Kalau memang sekiranya layak kita perbaiki menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), ya silakan saja. Kalau tidak, ya berarti menunggu tahun depan,” katanya, Kamis (30/10/2026).
Ia mengisyaratkan opsi penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana penanganan bencana menjadi jalan keluar tercepat agar jembatan bisa segera dibangun kembali asal memenuhi payung hukum yang ada.
“Kalau memang bisa menggunakan dana bencana, nanti kita segera prioritaskan karena ini fundamental menghubungkan dua desa. Kalau secara regulasi memungkinkan, ya kita bantu,” katanya.
Sementara itu, Camat Reban Sugiharto saat dimintai konfirmasi menyebutkan ambrolnya Jembatan Ngroto berawal dari curah hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi pada Sabtu (24/10).
Struktur tanah yang tak kuat menahan debit air hujan, kata dia akhirnya jembatan tersebut ambrol sehingga mengakibatkan aktivitas perekonomian warga terganggu.
“Ambrolnya jembatan penghubung utama di desa mereka, warga terpaksa memutar jalan hingga 10 kilometer melintasi wilayah Bawang tujuh kilometer lebih jauh dibanding rute normal yang hanya 3 kilometer,” katanya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Ady Arfian
































