BLORA, Lingkarjateng.id – Predikat Pramuka Penggalang Garuda bukan sekadar pencapaian, melainkan tanggung jawab untuk menjadi teladan dan membawa manfaat bagi lingkungan. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini atau Bude Rini, saat pelantikan 37 siswa SMP Negeri 1 Blora sebagai Pramuka Penggalang Garuda, Jumat, 23 Oktober 2026.
Bude Rini berharap prestasi tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai kepramukaan.
“Sebagai Pramuka Garuda, kalian harus memegang teguh Trisatya dan Dasadarma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, predikat tersebut harus tercermin dalam sikap dan tindakan, bukan sekadar penyematan atau sertifikat. Menurutnya, sertifikat itu juga berpotensi menjadi pendukung prestasi dalam seleksi pendidikan.
“Namun pemanfaatannya tetap bergantung pada persyaratan dan kebijakan masing-masing lembaga,” katanya.
Bude Rini turut menyemangati siswa yang belum meraih predikat Garuda agar terus berusaha karena kesempatan masih terbuka saat menempuh pendidikan di SMA.
“Adik-adik tidak terlambat. Nanti di SMA juga akan ada kesempatan. Bagi yang belum bisa sekarang, nanti di sekolah lanjutan atas juga akan ada Pramuka Garuda,” katanya.
Selain mendorong prestasi, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghormati. Para siswa diminta menghindari perundungan, termasuk memanggil teman dengan nama orang tua jika membuat mereka tersinggung atau merasa direndahkan.
“Jangan sampai adik-adik melakukan hal tersebut,” pesannya.
Bude Rini mengapresiasi dukungan orang tua, pembina, dan pelatih. Prosesi pelantikan ditutup dengan sungkeman siswa kepada orang tua sebagai ungkapan terima kasih atas doa dan pendampingan.
“Pramuka Garuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar,” tandasnya. (Adv)
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar






























