DEMAK, Lingkarjateng.id – Kabupaten Demak sebagai tuan rumah penyelenggara kompetisi cabang olahraga drumband Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) 2026 meraih satu medali emas.
Sementara itu, kontingen Kota Semarang mendominasi dengan empat medali emas dari delapan nomor pertandingan. Selanjutnya, dua medali emas diamankan kontingen Kabupaten Grobogan, dan satu emas diraih tim Kabupaten Kendal.
Pertandingan drumband berlangsung tiga hari, 22 hingga 24 Oktober 2026 di Stadion Sultan Fatah. Kompetisi diikuti tujuh kabupaten, yakni Pati, Demak, Semarang, Grobogan, Surakarta, Kendal, dan Blora. Setiap kontingen terdiri atas 26 orang, meliputi 22 atlet dan empat ofisial.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Jawa Tengah, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah menyukseskan seluruh rangkaian pertandingan.
“Terima kasih kepada para panitia yang telah menyelenggarakan lomba dengan baik. Sudah selesai hari ini, untuk perolehan medalinya, dari delapan nomor yang dipertandingkan, Semarang mendapatkan empat medali emas, Grobogan dua medali emas, Kendal satu, kemudian Demak satu,” ujarnya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Tika menilai secara keseluruhan pertandingan berlangsung lancar. Dalam pelaksanaan lomba drumband, panitia juga memberikan kesempatan kepada setiap kontingen untuk menyampaikan protes apabila terdapat hal yang dipersoalkan selama pertandingan.
Protes yang disampaikan kontingen Blora telah diterima dan ditindaklanjuti sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan.
“Alhamdulillah ini berjalan lancar. Kita kalau drumband memberikan kesempatan kepada kontingen apakah ada protes atau tidak. Tadi alhamdulillah dari Blora diterima, kemudian sudah clear,” katanya.
Di sisi lain raihan satu medali emas menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Kendal. Ketua Pengprov PDBI yang juga Bupati Kendal mengapresiasi perjuangan atlet drumband yang untuk pertama kalinya mengikuti kejuaraan tersebut dan langsung mampu mempersembahkan medali emas.
Medali emas tersebut diraih pada nomor Lomba Ketahanan dan Ketepatan Baris-Berbaris (LKKB) 4.000 meter putri.
Pihaknya menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa drumband tidak sekadar menampilkan pertunjukan musik dan atraksi, tetapi juga membutuhkan kemampuan fisik, konsentrasi, serta kekompakan yang tinggi.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang drumband sebatas pertunjukan atau konser. Padahal, dalam nomor yang dipertandingkan sebagai olahraga prestasi, atlet harus mampu menjaga kecepatan, ketepatan gerakan, dan keselarasan irama musik selama perlombaan.
“Jadi drumband ini ada dua, satu olahraga, yang satu konser atau display untuk rekreasi. Drumband yang olahraga rekreasi masuk di KORMI, sedangkan olahraga prestasi masuk KONI,” jelasnya.
Atlet drumband dituntut memiliki kondisi fisik yang prima karena harus bergerak dengan kecepatan tertentu sekaligus menjaga ritme musik agar tetap seragam dalam satu kontingen.
Selain itu, setiap nomor memiliki ketentuan waktu yang harus dipenuhi. Atlet juga dituntut menjaga konsentrasi agar gerakan dan irama musik tetap selaras selama pertandingan berlangsung.
“Sebetulnya drumband ini termasuk cabang olahraga seperti yang lainnya yang menggunakan fisik,” tegasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa































