PEMALANG, Lingkarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Arahan pembaruan data itu menyusul temuan indikasi sasaran penerima bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran.
Dari hasil pengecekan yang disaksikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perwakilan tokoh masyarakat setempat, terdapat 480 warga yang masuk desil 1, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun, dari jumlah itu, hanya 244 orang yang tercatat menerima bantuan.
Dari pemeriksaan tersebut juga terungkap angka inclusion error, yaitu kondisi ketika warga yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria, tetapi tercatat sebagai penerima bantuan atau masuk dalam sasaran program.
“Saya sudah minta untuk dibuka DTSEN-nya. Kita lihat DTSEN-nya yang ada di Desa Kendalrejo, nanti kita cek bareng-bareng,” kata Taj Yasin.
“Karena yang bisa buka itu hanya operator (desa). Kami di provinsi enggak bisa buka itu. Kami hanya mendapatkan laporan,” sambungnya.
Taj Yasin menegaskan data tersebut perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk untuk mengetahui exclusion error, yakni warga yang seharusnya berhak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam data atau belum mendapatkan bantuan. (adv)

Editor: Ulfa



























