REMBANG, Lingkarjateng.id – Puskesmas Kragan II di Kabupaten Rembang akan direlokasi untuk membuka jalan bagi rencana peningkatan fasilitas kesehatan tersebut menjadi rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang kini telah menyiapkan hadiah uang tunai Rp2 miliar dari penghargaan tingkat nasional untuk membeli lahan baru yang akan digunakan sebagai lokasi puskesmas pengganti.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofii, mengatakan hadiah tersebut telah dicairkan dan masuk ke kas daerah. Dana itu direncanakan untuk pengadaan tanah, sehingga pelayanan puskesmas tetap dapat berjalan ketika lokasi yang sekarang digunakan dikembangkan menjadi rumah sakit.
“Puskesmas Kragan II akan dinaikkan menjadi rumah sakit, maka kita harus mencarikan lokasi baru untuk Puskesmas Kragan II. Uang hadiah Rp 2 miliar itu rencananya digunakan untuk membeli tanah yang akan dipakai bangunan Puskesmas Kragan II,” jelas Ali, Senin, 12 Oktober 2026.
Ali mengatakan saat ini pihaknya masih mencari lahan yang sesuai untuk relokasi. Salah satu wilayah yang menjadi fokus pencarian berada di sekitar Desa Plawangan, Kecamatan Kragan.
“Kita masih mencari lahan yang tepat. Fokusnya tetap di sekitar Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, untuk lokasi baru Puskesmas Kragan II,” tuturnya.
Ali menjelaskan, penyediaan lahan baru menjadi bagian penting dalam penataan fasilitas kesehatan di wilayah timur Rembang. Dengan rencana tersebut, lokasi puskesmas yang ada saat ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan rumah sakit, sementara layanan kesehatan tingkat pertama tetap tersedia melalui puskesmas di tempat baru.
Pengembangan rumah sakit di wilayah timur Rembang diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Selama ini, warga dari sejumlah kecamatan di kawasan tersebut masih harus menempuh perjalanan menuju pusat Kabupaten Rembang untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit.
Latif, warga Kecamatan Kragan, menyambut positif rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Menurutnya, fasilitas kesehatan itu akan menjadi alternatif bagi masyarakat di Kecamatan Kragan, Sarang, Sedan, dan wilayah sekitarnya.
“Setidaknya warga Kecamatan Sarang, Kragan, Sedan dan sekitarnya punya alternatif pilihan yang lebih dekat, ketimbang harus jauh-jauh ke Kota Rembang,” kata Latif.
Ia berharap rencana peningkatan fasilitas kesehatan tersebut segera direalisasikan agar masyarakat memiliki pilihan layanan yang lebih dekat, terutama ketika membutuhkan penanganan medis yang mendesak.
“Kalau rumah sakit bisa hadir di wilayah timur, tentu masyarakat akan lebih terbantu. Terutama ketika membutuhkan pelayanan yang harus segera ditangani dan tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan terlalu jauh,” ujarnya.
Keberadaan rumah sakit di wilayah timur diharapkan tidak hanya memangkas waktu perjalanan pasien dan keluarga, tetapi juga memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Sebagai gambaran, Kabupaten Rembang saat ini memiliki lima rumah sakit. Empat di antaranya berada di Kecamatan Rembang, yakni RSUD dr. R. Soetrasno, Bhina Bhakti Husada, RSI Arafah, dan Keluarga Sehat. Satu rumah sakit lainnya, RS PKU Muhammadiyah Pamotan, berada di Kecamatan Pamotan.
Adapun dana Rp2 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan lahan Puskesmas Kragan II berasal dari penghargaan yang diraih Pemkab Rembang dalam kategori Terbaik 1 Akses Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan untuk Regional Jawa dan Bali. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Jurnalis: Lingkar Network/Vicky Rio
Editor: Muslichul Basid





























