REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai menyiapkan penataan Pantai Binangun di Kecamatan Lasem. Mulai dari pembenahan fasilitas yang tidak berfungsi hingga peningkatan kebersihan dan penataan area usaha.
Bupati Rembang Harno meninjau langsung kawasan Pantai Binangun pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat sejumlah fasilitas rest area di sepanjang pantai memerlukan pembenahan.
“Ini peninjauan awal melihat situasi posisi Pantai Binangun, tepatnya rest area setempat,” kata Harno.
Menurutnya, sejumlah fasilitas di sisi selatan kawasan belum berfungsi secara optimal. Sementara beberapa titik lainnya hingga bagian utara juga membutuhkan penataan.
“Mulai yang paling ujung selatan itu ada beberapa tempat yang tidak berfungsi, bagaimana agar bisa terfungsikan. Langsung masuk ke utara ada tempat-tempat yang harus ditata ke depannya,” ujarnya.
Harno berharap, pembenahan tersebut dapat meningkatkan daya tarik Pantai Binangun.
“Mulai selatan sampai ke utara berusaha akan ditata agar bisa menarik kunjungan, agar masyarakat tidak jauh-jauh ke pantai lain, bisa juga alternatif masuk ke sini,” jelasnya.
Sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik, menurutnya, Pemkab Rembang akan memprioritaskan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar perencanaan teknis sekaligus untuk menghitung kebutuhan anggaran penataan kawasan.
Harno mengungkapkan, konsep awal penataan sudah mulai dirancang oleh pihak terkait. Namun, pihaknya akan mematangkan perencanaan terlebih dahulu agar pelaksanaan pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kawasan.
“Ini sudah ada pihak yang mendesain. Nanti akhir tahun ini fokus membuat DED terlebih dulu, prediksi kebutuhan anggaran. Yang jelas ini akan ditata semua,” katanya.
Penyusunan DED ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah dokumen tersebut rampung, Pemkab Rembang akan berupaya mengalokasikan anggaran agar penataan dapat direalisasikan pada 2027.
“Bulan ini sampai Desember menyelesaikan DED. Kalau DED selesai, tahun depan kita berusaha menganggarkan,” terang Harno.
Selain pembenahan fasilitas, Harno menyoroti kondisi kebersihan dan pengawasan kawasan yang perlu ditingkatkan.
“Memang karena sudah lama tidak ada sentuhan dan juga kurang pengawasan dan lain sebagainya, perlu pembenahan, termasuk meningkatkan kebersihan,” ujarnya.
Ia menilai, panorama Pantai Binangun menjadi modal penting untuk menarik lebih banyak wisatawan.
“Pantai Binangun ini sebenarnya bagus, tapi kurang tertata. View-nya bagus, sangat berpotensi,” katanya.
Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar






























