BATANG, Lingkarjateng.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang mengincar masuk sepuluh besar klasemen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Saat ini para atlet yang akan berkompetisi pada Porprov Jateng 2026 menjalani pembinaan dan pemusatan latihan.
Ketua KONI Batang, Teguh Supriyanto, menjelaskan pihaknya menargetkan 32 medali emas dalam Porprov 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian 13 medali emas pada Porprov 2023.
“Dari 31 cabor yang diikuti, terdapat sembilan cabor potensial yang diharapkan mampu menyumbangkan medali, di antaranya panjat tebing, petanque, pencak silat, dan atletik. Training center (TC) sudah berjalan sejak April. Sekarang kami melanjutkan dengan kegiatan retreat untuk memberikan pembekalan psikologi olahraga, mental, serta materi bebas narkoba dan doping,” terangnya.
Sementara itu Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat menghadiri Retreat Atlet Porprov XVII di Ballroom KEK Industropolis Batang pada Minggu, 13 September 2026 mengatakan bahwa optimisme para atlet menjadi modal penting untuk meraih prestasi.
“Saya bisa melihat wajah-wajah optimis. Dari sini saya bisa melihat wajah-wajah nantinya yang akan menghiasi podium di Porprov 2026. Pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dan metode latihan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Atlet harus meningkatkan kualitas latihan, memperkuat mental, serta memiliki keyakinan untuk meraih kemenangan,” katanya.
Faiz mengungkapkan, pada Porprov 2023, Kabupaten Batang berada di peringkat ke-19 se-Jawa Tengah dengan perolehan 13 medali emas, 11 perak, dan 17 perunggu dari 144 atlet.
Untuk Porprov 2026 yang dijadwalkan pada 25–31 Oktober, Batang menargetkan posisi 10 besar klasemen Jawa Tengah.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan para atlet, Pemkab Batang juga menaikkan bonus perolehan medali. Bonus medali emas yang sebelumnya sebesar Rp40 juta pada Porprov 2023, kini dinaikkan menjadi Rp45 juta,” ungkapnya.
Pemerintah menyediakan bonus bagi atlet-atlet berperstasi, untuk peraih medali emas akan diberi bonus Rp45 juta, medali perak Rp35 juta, dan medali perunggu Rp20 juta.
Selain bonus, Pemkab Batang juga berupaya meningkatkan dukungan fasilitas bagi para atlet, termasuk anggaran pemberangkatan kontingen yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Jadi jangan sampai nanti adik-adik ini berangkat pakai bus odong-odong. Harus pakai bus yang bagus,” tegasnya.
Meski demikian, Faiz mengingatkan bahwa fasilitas dan bonus hanya menjadi faktor pendukung. Menurutnya, keberhasilan meraih prestasi tetap bergantung pada kerja keras, mental, dan keyakinan para atlet.
“Yang pertama, kuatkan niat kalian dan yakinlah bahwa kalian adalah juaranya. Para atlet agar dapat membangun sugesti positif dengan menanamkan keyakinan sebagai juara. Setiap malam sebelum tidur, teriak dulu, ‘Saya juara!’ Nanti tidur, bangun lagi, teriak lagi, ‘Saya juara!’ Harus begitu,” tandasnya.
Editor: Ulfa





























