Demak (lingkarjateng.id) – Polres Demak bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Demak menyalurkan bantuan air bersih ke Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau ekstrem di Kabupaten Demak. Sebanyak empat tangki air bersih atau setara dengan 20 ribu liter disalurkan ke pondok pesantren tersebut pada Jumat (11/9).
Perwakilan Pondok Pesantren Girikusumo, Muhammad Hanif Mamun, mengatakan kondisi kekurangan air bersih membuat pihak pesantren terpaksa membeli air dari penyedia air untuk memenuhi kebutuhan para santri.
“Biasanya ketika sudah tidak ada sumber air yang bisa kita ambil, kita terpaksa membeli air dari PAM atau PDAM menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan para santri yang ada di pondok pesantren ini,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat membantu, mengingat pasokan air harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pondok putra, pondok putri, maupun lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren.
“Alhamdulillah kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu menyuplai air. Ini tentu sangat bermanfaat untuk kegiatan yang ada di pondok pesantren maupun lembaga-lembaga di bawah pesantren,” katanya.
Sementara itu, Polres Demak yang diwakili Kasatreskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, mengatakan penyaluran bantuan air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Demak, PWI, dan IJTI Demak.
“Kegiatan bakti sosial hari ini bisa berjalan karena adanya kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi antara PWI, IJTI, dan Polres Demak. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan secara kontinu dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
“Bantuan air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri dan aktivitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren,” imbuhnya.
Selain bantuan air bersih, Polres Demak juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan. “Kami juga melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas maupun jajaran Polres Demak agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ketua PWI Demak, Wahib, mengatakan kolaborasi bersama Polres Demak dan IJTI merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi dampak kemarau.
“Sebagai bagian dari masyarakat, teman-teman jurnalis tidak hanya menjalankan fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Wahib.
Menurutnya, bantuan air bersih diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Hal senada, Perwakilan IJTI, Ismail, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian bersama setelah melihat dampak kemarau yang semakin dirasakan masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Mudah-mudahan ke depan kepedulian seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut membantu,” kata Ismail.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Demak, saat ini total 25 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Demak terdampak kekeringan. Tak hanya itu, tiga pondok pesantren dan enam sekolah juga mengalami kesulitan air bersih.
Sementara untuk mengatasi krisis air bersih, Pemkab Demak melalui BPBD terus melakukan distribusi air bersih kepada warga terdampak. Total air bersih yang telah didistribusikan saat ini sebanyak 323 tangki atau 1.615.000 liter. (lingkar Network/Burhan)***
Jurnalis : Burhan
Editor : Adi Arfian































