SALATIGA, Lingkarjateng.id – Warga Kota Salatiga yang kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau dapat mengajukan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga, Sutarto, mengatakan masyarakat maupun pemangku wilayah dapat mengajukan permintaan dropping air bersih apabila di wilayahnya mengalami kekurangan air.
“Jika di daerahnya mengalami kekeringan, masyarakat maupun pemangku wilayah bisa melaporkan dan membuat surat permohonan dropping air bersih,” kata Sutarto, Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, BPBD siap mendistribusikan air bersih selama 24 jam sesuai permintaan warga di wilayah terdampak.
BPBD Salatiga telah menyiapkan sarana untuk mendukung distribusi air bersih, termasuk dua unit mobil tangki air. Jika armada yang tersedia tidak mencukupi, BPBD akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti DLH, PDAM maupun Kodim.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD, dropping air bersih sepanjang musim kemarau 2026 telah dilakukan di sejumlah wilayah, terutama kawasan dataran tinggi Kecamatan Argomulyo. Dropping air bersih tersebut untuk memenuhi kebutuhan sedikitnya 152 KK atau 432 jiwa.
Sutarto menegaskan, BPBD terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemetaan dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih.
“Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi di wilayah yang berpotensi kekeringan,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































