Demak (lingkarjateng.id) – Bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk para jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya.
Melalui kegiatan bertajuk “Jurnalis TV Peduli Kekeringan”, sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan kepada warga yang mengalami krisis air bersih di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, pada Rabu (2/9/2026).
Bantuan air bersuh tersebut langsung disambut antusias oleh warga sekitar yang telah menyiapkan wadah seperti galon maupun jerigen sejak pagi. Salah satu warga setempat, Rodiah, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan para jurnalis TV.
“Senang sekali ada bantuan ini. Sudah tiga bulan di sini sulit air bersih, dan akhir-akhir ini makin parah. Biasanya kami terpaksa beli air galon isi ulang. Adanya bantuan ini tentu sangat meringankan beban kami,” kata Rodiah.
Koordinator kegiatan, Ismail, mengatakan bahwa aksi ini murni didasari rasa kepedulian para jurnalis yang sehari-hari bertugas melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Demak. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu bentuk kepedulian teman-teman jurnalis TV yang bertugas di Kabupaten Demak. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Ismail.
Hal senada disampaikan Ketua IJTI Korda Muria Raya, Iwhan Miftakhudin, menuturkan bahwa aksi patungan ini digelar melihat dampak krisis air bersih yang kian meluas akibat fenomena kemarau ekstrem yang terjadi di wilayah Demak.
“Bakti sosial ini adalah wujud empati jurnalis terhadap kondisi masyarakat saat ini yang terdampak fenomena El Nino,” tutur Iwhan.
Dia berharap melalui langkah tersebut mampu meringankan beban warga yang telah menghadapi krisis air bersih selama hampir dua bulan terakhir.
“Melalui aksi ini, kita berharap gerakan kepedulian serupa dapat terus mengalir dari berbagai pihak, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih,” imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, bencana kekeringan ini telah berlangsung selama sekitar dua bulan.
Kabid Darlog BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, menyebutkan bahwa krisis air bersih kini telah meluas ke 21 desa di delapan kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 33.537 jiwa.
“Saat ini sudah 21 desa yang terdampak kesulitan air bersih. Hal ini terjadi karena fasilitas Pamsimas dan sumur warga sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan harian,” jelas Suprapto. (Lingkar Network/Burhan)
Editor : Adi Arfian

































