SALATIGA, Lingkarjateng.id – Jalur penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga menjadi sasaran penilaian Tim Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah, Selasa, 1 September 2026. Fasilitas keselamatan tersebut dievaluasi untuk mengantisipasi kecelakaan, terutama kendaraan yang mengalami gangguan pengereman saat melintasi ruas jalan menurun.
Tim penilai Blackspot Therapy Polda Jateng yang dipimpin Kompol Mustakim melakukan survei dan pengecekan langsung terhadap kondisi jalur penyelamat di JLS Salatiga.
Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulityanta, Kanit Kamsel Satlantas Polres Salatiga IPDA Muhamad Ali serta sejumlah personel Satlantas Polres Salatiga.
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, meliputi kondisi fisik dan geometrik jalan, karakteristik medan, kelengkapan rambu dan marka, hingga sarana prasarana keselamatan lalu lintas.
Kondisi lingkungan sekitar serta situasi lalu lintas juga diamati untuk mengetahui berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Adapun jalur penyelamat memiliki fungsi penting bagi keselamatan pengguna jalan. Fasilitas tersebut dapat menjadi area mitigasi ketika kendaraan mengalami gangguan fungsi pengereman, khususnya saat melaju di ruas jalan dengan karakteristik turunan.
Kasat Lantas Polres Salatiga turut memberikan informasi kepada Tim Polda Jateng mengenai karakteristik JLS, kondisi lalu lintas, serta langkah mitigasi yang telah dilakukan di kawasan tersebut.
“Penilaian ini merupakan bagian dari program Blackspot Therapy untuk memetakan dan menangani lokasi yang memiliki potensi kerawanan kecelakaan. Hasil survei nantinya menjadi bahan evaluasi dan penyusunan rekomendasi penanganan lebih lanjut,” kata AKP Henry.
Rekomendasi tersebut dapat mencakup peningkatan sarana dan prasarana keselamatan, rekayasa lalu lintas, maupun langkah-langkah preventif lainnya bersama instansi terkait.
“Kami terus mendukung upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas melalui pemetaan, pencegahan, dan penanganan lokasi rawan kecelakaan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar





























