GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Proyek pengadaan dua unit videotron di kawasan perkotaan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp2,76 miliar. Pendanaan proyek tersebut bersumber dari hibah uang yang diberikan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada Pemkab Grobogan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan dana dari dua BUMD itu masuk melalui mekanisme hibah uang.
Menurutnya, skema tersebut berbeda dengan pemberian videotron secara langsung maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa barang.
“Mekanisme hibah dari BUMD ada dua, yaitu hibah barang dan hibah uang. BUMD memilih hibah uang. Karena tidak bisa langsung diserahkan ke dinas, harus dimasukkan di APBD dulu sebagai pendapatan daerah,” jelas Heru baru-baru ini.
Dana hibah terlebih dahulu dicatat sebagai pendapatan daerah dalam APBD. Setelah itu, anggaran dialokasikan kepada DLH Grobogan untuk menangani proses teknis pengadaan.
“Barulah nanti dari APBD ditugaskan dinas yang menangani (DLH). Jadi pelaksanaannya tetap di Pemkab,” katanya.
Heru merinci, kebutuhan biaya untuk satu unit videotron diperkirakan sekitar Rp1,380 miliar. Dengan rencana pengadaan dua unit, total anggaran yang disiapkan mencapai kurang lebih Rp2,76 miliar.
Ia menjelaskan dua videotron tersebut direncanakan menggunakan layar datar berukuran 4×8 meter dengan teknologi beresolusi tinggi. Perangkat itu dipilih untuk menghasilkan tampilan yang tetap jelas sehingga informasi dapat terlihat oleh masyarakat dari jarak tertentu.
Salah satu lokasi pemasangan berada di kawasan Taman Segitiga Emas Purwodadi. Layar videotron di titik tersebut akan menghadap ke barat sehingga diharapkan memiliki jangkauan pandang yang lebih optimal bagi pengguna jalan dan warga di sekitar lokasi.
Pihaknya menargetkan keberadaan dua fasilitas digital tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen penunjang penataan wajah kota. Videotron juga akan dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.
Selain informasi publik, layar digital itu nantinya dapat digunakan untuk mempromosikan kegiatan, potensi, serta berbagai program daerah.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid































