SEMARANG, Lingkarjateng.id – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memudahkan akses kesehatan hingga desa.
Manfaat tersebut dirasakan Retno. Ia sebelumnya harus menempuh 36 kilometer perjalanan dari Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo menuju rumah sakit terdekat.
Anaknya mengalami gangguan pembekuan darah di otak dan selama ini harus menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis saraf. Kondisi ekonomi dan tidak adanya kendaraan membuat pengobatan sempat terhenti.
“Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi,” tuturnya saat memanfaatkan program Speling yang hadir di desanya pada Kamis, 30 Juli 2026.
Program Speling mulai bergulir pada Maret 2025 sebagai jawaban atas tantangan pemerataan layanan kesehatan di Jateng.
Hingga 13 Agustus 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota. Selama periode tersebut, sebanyak 128.109 orang warga telah memperoleh layanan kesehatan secara langsung.
Setidaknya terdapat lima layanan utama yang menjadi fokus Speling, yakni skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita, terutama untuk mendukung percepatan penurunan stunting.


































