Semarang (lingkarjateng.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang membantah adanya warga yang terkonfirmasi terpapar super flu atau influenza A H3N2 superclade K.
Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans influenza dan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jadi Kota Semarang tentunya kami terus melakukan pemantauan melalui sistem surveillance influenza dan pelaporan di fasilitas layanan kesehatan,” kata Hakam saat ditemui, Rabu (30/9).
Dia menegaskan, influenza A tidak identik dengan super flu. Menurutnya, influenza A merupakan kelompok virus influenza yang sudah lama beredar.
“Influenza A itu merupakan kelompok virus influenza yang memang sudah lama beredar. Sedangkan yang belakangan itu disebut super flu merujuk pada influenza A H3N2 atau super clade K,” jelasnya.
Hakam mengatakan, peningkatan aktivitas flu memang terjadi secara nasional, termasuk di Kota Semarang. Namun, kondisi tersebut tidak bisa langsung disebut sebagai super flu.
“Yang paling penting adalah tidak perlu memberi label semua flu itu adalah super flu. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Menurut Hakam, penentuan seseorang terpapar super flu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium.
“Sebab diagnosis dan penentuan super clade itu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Ada pemeriksaan PCR yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, gejala influenza A dan super flu juga relatif sama. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, pilek, nyeri otot dan tubuh terasa lemah.
“Jadi tidak perlu panik masyarakat tapi tetap harus waspada terhadap gejalanya seperti demam, batuk pilek, nyeri otot, badan terasa lemah,” katanya.
Hakam meminta masyarakat yang mengalami gejala flu untuk beristirahat dan mengurangi kontak dengan orang lain. “Kalau sudah seperti ini harus istirahat karena itu adalah flu atau virus itu. Kemudian mengurangi kontak dengan orang lain, pakai masker,” ungkapnya.
Dia juga meminta warga yang harus beraktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dan orang lain. “Bila harus beraktivitas keluar, lindungi diri atau masyarakat lain dengan memakai masker,” imbuhnya.
Jika kondisi tidak kunjung membaik, Hakam meminta masyarakat memeriksakan diri ke puskesmas. “Ketika belum membaik ya harus periksa ke puskesmas. Kalau di puskesmas kurang membaik mungkin nanti puskesmas juga akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Hakam memastikan kondisi di Kota Semarang masih aman. Dia juga menegaskan super flu berbeda dengan Covid-19. “Insyaallah aman, Enggak seperti Covid-19, beda,” tegasnya. (lingkarnetwork/Syharil) ***
Editor : Adi Arfian





























