KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meminta manajemen Pabrik Gula (PG) Rendeng segera melakukan pembenahan terhadap sistem pengendalian emisi. Langkah itu menyusul keluhan warga mengenai asap dan debu yang muncul saat proses pengolahan tebu berlangsung.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar kegiatan produksi PG Rendeng tidak berdampak pada kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan pabrik.
Sam’ani mengatakan pihaknya akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi dengan pihak PG Rendeng. Salah satu hal yang akan dievaluasi adalah kondisi cerobong yang diduga menjadi jalur keluarnya asap dan debu dari aktivitas produksi.
“Nanti kami perintahkan Pak Sekda, Dinas PKPLH untuk koordinasi dengan PG Rendeng. Ini terkait polusi udara, agar cerobong asapnya diperbaiki supaya tidak mencemari masyarakat,” kata Sam’ani, Senin, 10 Agustus 2026.
Sam’ani meminta perbaikan dilakukan tanpa harus menunggu berakhirnya masa produksi. Menurutnya, upaya pengurangan dampak polusi perlu dilakukan selama kegiatan pengolahan tebu masih berjalan.
Salah satu langkah yang dinilai dapat diterapkan adalah meningkatkan sistem penyaringan pada cerobong. Pemkab juga mengusulkan penggunaan semprotan air untuk mengendalikan debu agar tidak mudah terbawa ke lingkungan permukiman.
“Penyaringannya bisa ditambah agar asap yang keluar tidak begitu mencemar. Lalu bisa dipasang semprotan air supaya debu tidak berterbangan,” ujarnya.
Sam’ani menegaskan akan terus memantau dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta manajemen PG Rendeng. Ia berharap persoalan tersebut segera memperoleh solusi sehingga tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi masyarakat.
Ia menyebut pembenahan kualitas lingkungan juga menjadi perhatian karena Kudus akan menjadi tuan rumah Srikandi Merdeka Cup 2026, sebuah agenda sepak bola yang akan menghadirkan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu memastikan kondisi lingkungan tetap bersih dan nyaman selama penyelenggaraan kegiatan.
“Ada event Srikandi Merdeka Cup 2026. Kami minta masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif kepada pemain, suporter dan wisatawan yang datang ke Kudus. Jangan sampai polusi ini mengurangi kenyamanan mereka,” bebernya.
Ia menilai agenda olahraga berskala internasional tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar pertandingan. Kedatangan pemain, suporter, dan wisatawan berpotensi memberikan dampak terhadap promosi daerah sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Sam’ani pun mengajak warga menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, termasuk memastikan aspek higienitas di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tujuan para pengunjung.
“Jaga kesehatan, jaga higienis, sehingga masyarakat, terutama dari luar negeri, punya kesan yang baik. Ini kesempatan kita untuk promosi agar mereka pulang ke negaranya membawa kesan baik,” pungkasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid


































