PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Seorang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS NU Pekalongan berinisial MMA (21) ditemukan meninggal dunia di kamar Posko KKN di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Senin, 10 Agustus 2026.
Korban pertama kali diketahui dalam kondisi tidak bergerak ketika sejumlah rekannya hendak membangunkannya sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada kepolisian.
Kapolsek Doro, Iptu Faridin, mengatakan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berkumpul bersama sejumlah rekannya di sekitar posko. Mereka diketahui begadang hingga larut malam sambil minum kopi di teras samping posko.
Korban kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, beberapa rekannya sudah lebih dahulu tidur.
“Korban diketahui masuk ke kamar untuk tidur sekitar pukul 02.00 wib. Sementara beberapa rekannya sudah tidur terlebih dahulu,” kata Iptu Faridin saat dikonfirmasi.
Pada pagi harinya, tiga rekan korban berusaha membangunkannya. Namun, korban tidak memberikan respons. Salah seorang saksi kemudian melakukan pemeriksaan dengan mengecek denyut nadi dan mendapati tidak adanya tanda-tanda kehidupan.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT dan Pemerintah Desa Sawangan. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan di lokasi.
Petugas dari Polsek Doro bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pekalongan mendatangi posko KKN. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Doro 2.
“Petugas melakukan pengecekan dan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis dan tenaga medis dari Puskesmas Doro 2,” ujar iptu Faridin.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter dan perawat, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.
Ia menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa meninggalnya mahasiswa tersebut.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” tutupnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid


































