SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kelompok massa pendukung dan penentang Bupati Pati nonaktif Sudewo nyaris bentrok di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 10 Agustus 2026.
Kelompok Aksi Pati Bangkit (APB) yang menyatakan dukungan terhadap Sudewo bertemu dengan massa Pati Ora Sepele (POS) yang mengambil sikap berseberangan. Kedua kelompok sempat saling berhadapan dan meneriakkan yel-yel hingga situasi nyaris berujung bentrokan.
Kehadiran kedua kelompok massa bertepatan dengan persidangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Sudewo dengan agenda pemeriksaan saksi.
Massa APB diketahui telah mengikuti sejumlah persidangan Sudewo sejak sidang perdana. Mereka datang untuk memberikan dukungan sekaligus menyuarakan tuntutan agar Sudewo dibebaskan dan kembali memimpin Kabupaten Pati.
Sementara itu, POS datang dengan sikap berbeda. Mereka mendesak agar majelis hakim bersikap objektif dalam menangani kasus yang menjerat Sudewo.
APB Tambah Massa
Dari kelompok pendukung Sudewo, Koordinator APB, Sutirto, mengatakan sekitar 300 orang dikerahkan untuk mengawal jalannya persidangan. Menurutnya, APB sengaja menambah massa setelah mengetahui POS juga hadir di Semarang.
Sutirto menilai kehadiran dua kelompok dengan sikap berbeda berpotensi menimbulkan gesekan yang justru merugikan masyarakat Pati.
“Kalau nanti terjadi gesekan, yang rugi warga Pati sendiri. Seyogianya jangan ikutlah. Ini kan sidang Pak Sudewo, biar dikawal sama loyalisnya sendiri,” kata Sutirto.
Ia mengingatkan agar situasi tetap dijaga sehingga aksi massa tidak menimbulkan citra negatif terhadap masyarakat Kabupaten Pati.
“Harapannya Pati tidak dilabeli sebagai daerah yang anarkis,” sambungnya.
Sutirto menegaskan APB tetap membawa tuntutan yang sama, yakni meminta Sudewo dibebaskan dan kembali menjalankan tugas sebagai Bupati Pati.
POS Minta Proses Hukum Berjalan Objektif
Koordinator POS, Suharno, menyatakan kelompoknya tidak bermaksud melakukan penyerangan terhadap pihak tertentu. Ia juga mengaku kecewa karena massa POS tidak diperbolehkan menyampaikan orasi di depan gedung pengadilan.
“Kami tidak niat menyerang atau memusuhi perorangan. Yang kami musuhi adalah perilaku pejabat secara menyeluruh,” ujarnya.
Suharno mengatakan kedatangan kelompoknya bertujuan memantau jalannya persidangan sekaligus menyampaikan dukungan agar proses hukum terhadap Sudewo berlangsung objektif.
“Kami berharap Tipikor Semarang mampu memberantas korupsi dengan menghukum yang seberat-beratnya,” katanya.
Menurut Suharno, puluhan orang yang bergabung dalam aksi POS berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Mereka berharap proses hukum berjalan tanpa tekanan ataupun intervensi dari pihak mana pun.
Ia juga meminta independensi aparat penegak hukum tetap terjaga selama perkara tersebut diproses di pengadilan.
“Kita datang ke sini urunan sendiri, jadi ya seadanya. Harapannya Pengadilan Negeri tetap netral,” ujarnya.
Polisi Turun Tangan
Aparat kepolisian turun tangan untuk mencegah terjadinya kontak fisik dan memisahkan kedua kelompok saat situasi semakin memanas.
Sekitar pukul 10.50 WIB, aparat meminta massa POS meninggalkan lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam potensi gesekan antara kelompok loyalis dan penentang Sudewo.
Setelah massa POS meninggalkan lokasi, kondisi di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang berangsur normal.
Namun, polisi masih melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan lanjutan.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid































