KAB.SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah yang sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau tiba.
Nanik Budiawati (34), warga Dusun Jagir menjelaskan setiap musim kemarau tiba wilayahnya kesulitan mendapatkan air bersih.
“Hidup kami kalau musim kemarau tiba selalu mengandalkan droping untuk memenuhi kebutuhan,” ungkapnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan warga mengalami krisis air bersih sejak dua bulan yang lalu.
“Ada sumur, tapi kalau kemarau begini airnya cepat kering,” imbuhnya.
Jika droping air bersih belum bisa dilakukan, ia mengaku warga setempat mencari air ke sawah-sawah atau keluar dari desa.
Ia berharap, kondisi yang berlangsung bertahun-tahun ini mendapat tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui pembangunan toren-toren air dan pengeboran mata air.
“Rencananya akan ada pengeboran untuk mencari sumber mata air, nanti kalau ketemu airnya akan ditampung di toren. Kami harap rencana itu berhasil dilaksanakan oleh pemerintah,” harapnya.
Senada, Sutinah (65) mengaku terpaksa mengambil air di penampungan droping menggunakan ember-ember kecil meski harus menguras fisik.
“Saya sebetulnya kalau disuruh ngangsu (ambil air) seperti ini sebetulnya sudah tidak kuat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Jagir, Nur Amin menjelaskan total ada sekitar 260 Kepala Keluarga (KK) dengan total 870-an jiwa yang setiap tahunnya mengalami krisis air bersih.
Ia menjelaskan di setiap sudut telah disiapkan terpal-terpal penampungan sebanyak sembilan titik bak untuk droping air bersih.
Di masa sulit ini, Kadus Jagir berupaya melakukan komunikasi dengan banyak pihak untuk bisa mendapatkan bantuan droping air bersih paling tidak tiga hari sekali.
Selain solusi jangka pendek, Nur Amin mengungkapkan dari Pemkab Semarang sudah mengupayakan membangun Pamsimas (sumur bor) namun belum ada hasil.
“Jadi sudah dilakukan pengeboran sampai tiga kali dengan kedalaman 65 sampai 75 meter tapi belum ketemu sumber mata airnya, dan kami dijadwalkan di tahun ini mendapatkan pengeboran kembali di akhir tahun dari BNPB bersama TNI, semoga berhasil nantinya,” harap Nur Amin.
Sedangkan menurut Camat Suruh, Vega Lazuardi menjelaskan bahwa Bupati Semarang, Ngesti Nugraha sudah mengajukan permohonan pengeboran ke BNPB.
“Sudah dilakukan survei geolistrik pada bulan Juli lalu dari BNPB dan TNI, di Dusun Ngrapoh, Desa Gunungtumpeng, Suruh, Kabupaten Semarang. Dan hasil survei saat ini juga masih dalam analisa di Puster AD,” terangnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Sekar































