PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, akan meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan di kawasan Alun-alun Kajen dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Hal itu menyusul adanya informasi temuan botol minuman keras (miras) dan alat kontrasepsi, serta munculnya fenomena “angkringan tobrut” di kawasan tersebut.
“Sebenarnya ini saya baru mendengar. Tapi memang ya, mungkin kalau kalian mendapat informasi ini biasanya sudah cek lokasi ya. Kami di DPRD, kalau memang itu benar, kami sangat menyayangkan. Menyayangkan kok sampai ditemukan botol-botol minuman keras, bahkan ada alat kontrasepsi,” ujar Ruben saat ditemui, Rabu, 22 Juli 2026.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan pengamanan di kawasan Alun-alun Kajen.
Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan Dinas Perhubungan guna mengevaluasi penerangan di sejumlah titik yang dinilai masih minim agar dapat menekan potensi terjadinya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
“Kalau semua terang, kan nggak akan berani lah untuk minum-minuman ataupun melakukan hal-hal yang tadi sampai ditemukan alat kontrasepsi itu,” katanya.
Ruben juga menanggapi fenomena angkringan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “angkringan tobrut”. Menurutnya, DPRD pada prinsipnya mendukung tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, ia menegaskan keberadaan UMKM tetap harus ditata agar tidak mengganggu ketertiban maupun fungsi kawasan Alun-alun Kajen sebagai ruang publik, kompleks masjid, dan pusat pemerintahan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu menyiapkan penataan kawasan kuliner yang lebih representatif sehingga aktivitas para pedagang dapat berjalan lebih tertib.
Sementara terkait penampilan para penjual, Ruben berharap ada pembinaan melalui Satpol PP agar tetap memperhatikan norma kepatutan.
“Terkait dengan tadi angkringan tobrut, saya juga baru dengar istilah ini. Nah, istilahnya mungkin mengarah ke penjualnya. Kalau penjualnya kan sebenarnya bebas. Tapi ya mungkin nanti kami akan mengimbau melalui Satpol PP juga supaya yang berpakaiannya lebih sopan lagi. Kalau bisa pakaian syari, kalau bisa angkringan itu yang berpakaiannya tertutup, tidak seksi, ya normal begitu,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid





























