REMBANG, Lingkarjateng.id – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Rembang terus menunjukkan progres positif. Hingga Senin, 20 Juli 2026, capaian pendataan telah menyentuh 49,5 persen dari target yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang.
Kepala BPS Kabupaten Rembang, Jubaedi mengatakan capaian tersebut sesuai dengan target yang telah direncanakan, meski petugas menghadapi berbagai dinamika saat melakukan pendataan di lapangan.
“Terkait progres pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Rembang, tadi pagi kami pantau capaian kegiatan pendataan sudah mencapai 49,5 persen dari target yang sudah kita tetapkan,” ujar Jubaedi usai melakukan pendataan di Rumah Dinas Bupati Rembang.
Menurutnya, sensus dilakukan secara door to door untuk menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat. Pendataan mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri pengolahan, perdagangan, kesehatan, pendidikan, hingga usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah tangga.
Jubaedi memastikan seluruh petugas sensus dibekali surat tugas, kartu identitas, serta rompi resmi. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Ia juga menegaskan bahwa data yang dihimpun hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak berkaitan dengan perpajakan maupun penarikan retribusi.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi selama pelaksanaan Sensus Ekonomi yang berlangsung Mei hingga Agustus 2026. Berikan jawaban yang jujur karena data ini murni untuk kepentingan statistik dan tidak ada hubungannya dengan pajak,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Rembang H. Harno mengapresiasi pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar setiap satu dekade tersebut. Menurutnya, data yang dihasilkan menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
“Sensus ini untuk memotret kondisi perekonomian masyarakat, mengetahui potensi pendapatan, pengeluaran, tingkat kesejahteraan hingga kondisi kemiskinan. Dengan data yang akurat, program pemerintah diharapkan benar-benar mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Harno.
Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan dunia usaha, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rembang.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar
































