KENDAL, Lingkarjateng.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menggelar sosialisasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan tahun 2026 bagi tenaga pendidik di Kabupaten Kendal, Sabtu, 11 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendal itu bertujuan membekali para guru dengan pengetahuan pengelolaan keuangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui layanan perbankan.
Dalam kegiatan tersebut, Firnando menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai mitra untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan para guru, khususnya guru TK dan PAUD.
Firnando Ganinduto, yang akrab disapa Nando, mengatakan masih banyak tenaga pendidik yang belum mengetahui berbagai peluang dalam program inklusi keuangan. Salah satunya adalah kesempatan menjadi Agen BRILink yang dapat memberikan tambahan penghasilan tanpa mengganggu aktivitas utama sebagai pendidik.
“Saya bersama salah satu mitra saya, yaitu Bank BRI, melaksanakan sosialisasi kepada ibu-ibu guru TK dan PAUD di Kabupaten Kendal. Banyak tenaga pendidik yang belum tahu bahwa ada solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui produk-produk perbankan, salah satunya menjadi Agen BRILink,” ujarnya.
Menurut Nando, melalui sosialisasi tersebut para guru diharapkan semakin memahami cara mengelola keuangan sekaligus memperoleh peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Dengan kegiatan ini mereka jadi tahu bagaimana meningkatkan kesejahteraan di luar profesinya sebagai guru,” kata Nando.
Selain memberikan edukasi keuangan, Nando juga menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan para peserta. Sejumlah guru mengeluhkan persoalan sertifikasi yang belum terealisasi hingga kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
“Salah satu aspirasi yang mereka sampaikan adalah terkait sertifikasi yang masih ditunggu-tunggu, serta perbaikan fasilitas sekolah. Sebagai wakil rakyat, kami akan terus memfasilitasi dan menggandeng mitra-mitra yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang guru TK Muslimat NU Weleri, Syarifah, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Ia menilai program yang diperkenalkan BRI dapat menjadi alternatif bagi guru untuk menambah penghasilan tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai pendidik.
“Sangat baik sekali sosialisasi ini. Ternyata ada program-program yang bisa kita manfaatkan. Jadi kita tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga bisa bergabung dengan BRI menjadi agen. Dengan begitu kita bisa menambah penghasilan tanpa meninggalkan tugas utama sebagai guru,” tuturnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid




























