PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Masjid Al-Ikhlas Jetayu, Kota Pekalongan, menyalurkan santunan kepada 70 anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus 10 Muharam, Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan didukung sejumlah lembaga serta para donatur.
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf mengatakan santunan anak yatim di Masjid Al Ikhlas telah menjadi agenda rutin setiap peringatan 10 Muharam. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan semangat berbagi.
“Alhamdulillah tahun ini juga didukung oleh YBM PLN. Ini merupakan CSR dari seluruh karyawan PLN. Selain itu ada dukungan dari BRI, Bank Jateng, Baznas, Kospin Syariah, dan para donatur lainnya. Alhamdulillah banyak pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Aaf berharap santunan yang diberikan dapat membantu sekaligus memotivasi anak-anak yatim untuk terus belajar dan mengejar cita-cita mereka.
“Mudah-mudahan anak-anak ini bisa sukses sesuai cita-citanya. Yang penting rajin belajar dan mendapatkan bimbingan yang baik. Semoga tahun depan penerima manfaatnya bisa lebih banyak lagi. Tahun ini sekitar 70 anak, mudah-mudahan ke depan bisa bertambah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran Masjid Al-Ikhlas yang selama ini aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari pengajian rutin hingga pelaksanaan ibadah kurban saat Idul Adha.
“Alhamdulillah masjid ini selalu berdaya untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Mahbub Syauqi menjelaskan jumlah penerima santunan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, santunan diberikan kepada sekitar 50 anak yatim, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 70 anak.
Menurutnya, penerima santunan diprioritaskan berasal dari lingkungan sekitar Masjid Al Ikhlas. Namun apabila kuota masih tersedia, bantuan juga diberikan kepada anak yatim dari wilayah lain di Kota Pekalongan.
“Donatur utama berasal dari YBM PLN, kemudian Baznas, BRI, Bank Jateng, Kospin Jasa Syariah, jamaah Masjid Al Ikhlas, serta tambahan dukungan dari Toko Bahan milik Haji Ali Sodikin,” jelas Mahbub.
Ia berharap kegiatan santunan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan masyarakat dan para donatur yang semakin luas.
Takmir masjid juga berkomitmen menghadirkan lebih banyak kegiatan sosial dan keagamaan agar keberadaan Masjid Al Ikhlas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tentunya dikemas dengan agenda-agenda yang baik, baik santunan anak yatim maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid






























