BLORA, Lingkarjateng.id – Sejumlah fasilitas di Pasar Sidomakmur, Kabupaten Blora, dikeluhkan pedagang maupun pengunjung karena mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi optimal digunakan. Kondisi tersebut mencakup sarana sanitasi hingga infrastruktur dasar pasar.
Keluhan yang muncul di antaranya meliputi pasokan air di kamar mandi umum yang tidak lancar, kloset yang tersumbat, talang bangunan bocor, hingga sebagian akses jalan di dalam pasar yang belum dipasang paving. Pantauan di lokasi juga menunjukkan beberapa toilet dalam kondisi kurang terawat, bahkan sebagian ditutup.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak pengelola pasar memastikan akan segera mengusulkan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang rusak agar kembali berfungsi optimal.
Kepala UPT Pasar Wilayah I, Listiyo Utomo, menjelaskan gangguan pasokan air pada toilet umum tidak disebabkan oleh musim kemarau, melainkan akibat proses transisi pengelolaan menuju sistem outsourcing.
“Ini bukan karena musim kemarau. Kendalanya karena ada masa transisi pengelolaan, sehingga pelayanan air belum optimal di beberapa titik,” ujar Listiyo, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menyebutkan, Pasar Sidomakmur memiliki sekitar 10 titik kamar mandi umum, dengan beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Gangguan tersebut meliputi saluran tersumbat akibat sampah serta kerusakan pada kloset.
Listiyo menambahkan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) telah melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas yang dikeluhkan. Dari hasil peninjauan tersebut, sejumlah langkah perbaikan akan segera dilakukan.
Perbaikan yang direncanakan meliputi peningkatan sistem air bersih seperti perbaikan sumur, pembangunan tandon dan menara air, penggantian peralatan yang rusak, serta perbaikan jaringan perpipaan.
Selain fasilitas sanitasi, pengelola juga akan memperbaiki akses jalan di antara Blok B dan Blok E yang hingga kini belum dipaving. Area sekitar 10 x 30 meter tersebut direncanakan segera ditingkatkan agar lebih nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
“Kami usulkan segera dipaving supaya penataan pedagang lebih rapi dan tidak mengganggu akses jalan maupun parkir,” katanya.
Tak hanya itu, perbaikan juga akan menyasar talang bangunan yang mengalami kebocoran di sejumlah blok pasar.
Menurut pengelola, hampir seluruh area pasar memiliki persoalan serupa sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap dan menyeluruh.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid































