JEPARA, Lingkarjateng.id – Distribusi armada operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jepara memasuki tahap kedua. Sebanyak 36 unit truk tiba di Markas Kodim 0719/Jepara, Jumat, 26 Juni 2026, untuk selanjutnya disalurkan kepada koperasi desa yang bangunannya telah rampung.
Seluruh kendaraan dikirim melalui jalur darat dari karoseri di Bekasi. Setelah tiba di Jepara, truk menjalani proses pendataan dan verifikasi sesuai dengan koperasi penerima sebelum diserahkan.
Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, mengatakan distribusi armada dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan infrastruktur koperasi di masing-masing desa.
“Truk dikirim untuk koperasi yang bangunannya sudah selesai. Sementara perlengkapan lain seperti mebel, rak, AC, dan fasilitas pendukung lainnya masih menunggu pengiriman dari vendor,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini pembangunan 83 gedung Koperasi Desa Merah Putih di Jepara telah selesai. Sebagian besar koperasi yang bangunannya rampung juga telah menerima armada truk, sedangkan distribusi kendaraan pickup masih terus berjalan.
Meski demikian, koperasi belum dapat menjalankan operasional karena sejumlah fasilitas penunjang belum seluruhnya tersedia.
“Ke depan, setiap koperasi akan dilengkapi satu unit truk, satu unit pickup, serta satu kendaraan roda tiga sebagai penunjang operasional. Selain itu, setiap koperasi juga akan memperoleh perlengkapan gerai dan mebeler. Sebagian sudah datang, sedangkan sisanya masih dalam proses pengiriman dari PT Agrinas Palma Nusantara,” ungkapnya.
Ranna menambahkan, pemerintah pusat menargetkan peluncuran operasional Koperasi Desa Merah Putih secara nasional pada periode Juli hingga Agustus 2026. Namun, jadwal tersebut masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing daerah.
“Sampai sekarang belum ada koperasi desa di Jepara yang mulai beroperasi karena seluruh sarana pendukung belum lengkap,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini seluruh 119 desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 83 gedung koperasi telah selesai dibangun, sementara 36 lainnya masih dalam tahap konstruksi.
Di sisi lain, masih terdapat 76 desa dan kelurahan yang belum dapat memulai pembangunan gedung koperasi karena terkendala ketersediaan lahan.
“Kami terus berkoordinasi agar persoalan lahan segera terselesaikan sehingga pembangunan koperasi dapat dilanjutkan,” pungkasnya.
Pada pengiriman tahap kedua ini, armada didistribusikan kepada koperasi di Desa Batukali, Bugo, Singorojo, Ngetuk, Somosari, Sowan Lor, Karangnongko, Gelang, Gedangan, Tritis, Geneng, Ngroto, Daren, Suwawal Timur, Kendengsidialit, Buaran, Karangaji.
Kemudian Desa Troso, Dongos, Bangsri, Batealit, Banjaragung, Bringin, Bategede, Suwawal, Pekalongan, Kedungsarimulyo, Kalipucang Kulon, Pringtulis, Bantrung, Klepu, Damarwulan, Karangrandu, Telukawur, Srikandang, dan Kedungmalang.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid



























