KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menyiapkan bantuan pompa air bagi kelompok gabungan tani (gapoktan) sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
Kepala Dispertan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo, mengatakan bantuan pompa air menjadi salah satu upaya utama untuk menjaga ketersediaan air irigasi, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Musim kemarau ini yang paling penting kami memberikan bantuan pompa air kepada gapoktan,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Didik menjelaskan, penyaluran bantuan tidak dilakukan secara merata, melainkan berdasarkan hasil survei lapangan. Prioritas akan diberikan kepada daerah yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan tinggi dan benar-benar membutuhkan dukungan pompa air.
“Daerah-daerah yang berpotensi kering, dan daerah yang benar-benar membutuhkan pompa air tersebut,” katanya.
Selain menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, pihaknya juga terus mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Kudus.
Menurut Didik, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi perhatian, yakni padi, jagung, dan tebu.
“Untuk komoditas ada padi, tebu dan jagung, yang paling penting tetap padi dan jagung ya,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai program yang dijalankan Dispertan bertujuan menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dengan berbagai upaya tersebut, Didik berharap sektor pertanian tetap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Agar Kudus tetap eksis, bisa berkontribusi dalam swasembada pangan baik di Jawa Tengah maupun di pusat,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid





























