Demak (lingkarjateng.id) – Polres Demak menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) dan bakti kesehatan dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan di Mapolres Demak, Selasa (23/6).
Dalam kegiatan ini Polres Demak menyediakan layanan khitan massal, cek kesehatan gratis (CKG), serta skrining tuberkulosis (TB) paru hingga khitan massal.
Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pengemudi ojek online, hingga penyandang disabilitas.
Sebanyak 14 anak mengikuti khitan massal tanpa dipungut biaya. Sementara layanan cek kesehatan gratis dan skrining TB paru diikuti anggota Keluarga Besar Driver Online Demak (KBDOD), sejumlah perguruan silat, penyandang disabilitas, Ormas, serta warga sekitar.
Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan kegiatan bakti kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan serentak oleh Polri di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata melalui pelayanan kesehatan.
“Tujuannya agar Polri semakin dekat dengan masyarakat dan seluruh elemen yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi di bidang sosial dan kesehatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan siap berada di setiap sendi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
AKBP Samel menambahkan, pelaksanaan bakti kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Polres Demak dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Sinergi itu diwujudkan melalui berbagai program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selain layanan kesehatan gratis, kegiatan tersebut juga mendukung program pemerintah dalam penanggulangan tuberkulosis melalui skrining TB paru yang diberikan kepada peserta.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Salah satunya skrining TB paru sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk menekan angka kasus tuberkulosis,” pungkasnya.***
Jurnalis : Burhan Aslam
Editor : Redaksi































