PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 resmi digelar di Boulevard depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Sabtu, 20 Juni 2026 malam. Dalam ajang tersebut, Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan berhasil meraih Juara I sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman bersama unsur Forkopimda. Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan bahwa ajang ini kembali digelar setelah sempat vakum sejak 2019.
“Ini menjadi momentum penting untuk mencari putra-putri terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia berharap para pemenang tidak hanya mampu menjadi representasi daerah, tetapi juga dapat bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, pemilihan duta wisata tidak hanya menilai penampilan fisik, melainkan juga aspek intelektual, wawasan, keterampilan, karakter, serta kemampuan komunikasi.
“Mereka harus memiliki integritas, moralitas yang baik, serta mampu menjadi juru komunikasi dalam mempromosikan potensi wisata daerah,” kata Sukirman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan pariwisata dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, mendorong pertumbuhan UMKM, serta membuka lapangan kerja baru.
“Dengan berkembangnya pariwisata, UMKM akan tumbuh dan peluang kerja semakin terbuka, sehingga dapat menekan angka pengangguran,” jelasnya.
Sukirman juga memberikan motivasi kepada para finalis untuk menampilkan kemampuan terbaik serta terus mengembangkan potensi diri sebagai generasi muda daerah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Mores Irson Kubela, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan peran generasi muda dalam mendukung promosi pariwisata.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari pendaftaran daring, seleksi administrasi, hingga tes tertulis yang mencakup materi kepariwisataan, bahasa Inggris, wawasan umum, dan bahasa Jawa. Selain itu, peserta juga mengikuti tes wawancara, penilaian kepribadian, kemampuan public speaking, tourism project, serta unjuk bakat.
“Para finalis juga mengikuti karantina dan pembekalan, termasuk kunjungan ke destinasi wisata. Tahun ini, karantina dilaksanakan selama tiga hari di Larans Glamping Adventure,” ungkapnya.
Mores menyebutkan, jumlah pendaftar pada tahun ini mencapai 86 peserta. Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, terpilih 10 pasang finalis yang tampil pada malam Grand Final.
Adapun hasil akhir pemilihan, Juara II diraih oleh Rico Febri dan Naya, serta Juara III oleh Bientang Bagoes Oka dan Neysha Ayu Kusuma Ningtyas. Selain itu, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan atribut, antara lain Persahabatan, Intelegensia, Berbakat, Influencer, dan Favorit.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar































