SALATIGA, Lingkarjateng.id – Warga yang melintas di kawasan Jalan Lingkar Salatiga (JLS), tepatnya di area parkir SPBU 44.507.22 Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu, 20 Juni 2026.
Korban diketahui bernama Kokok Bramantyo (58), seorang wiraswasta asal Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Personel gabungan dari Polsek Sidomukti, Polres Salatiga, Tim Identifikasi, Intelkam, hingga PMI Kota Salatiga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 00.30 WIB seorang pegawai minimarket mendapat informasi dari warga mengenai adanya seseorang yang tergeletak di area parkir. Bersama seorang saksi lainnya, mereka kemudian mengecek lokasi dan mendapati korban sudah tidak memberikan respons saat dibangunkan,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam posisi tertelungkup di samping sebuah mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi H 1079 AC. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Salatiga guna menjalani pemeriksaan medis.
“Hasil pemeriksaan luar oleh dokter jaga RSUD Salatiga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung,” ujar Kompol Sunoto.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan kendaraan milik korban dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Sidomukti mengimbau masyarakat agar segera menghubungi kepolisian atau layanan kesehatan apabila menemukan seseorang dalam kondisi darurat agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar































