Kudus (lingkarjateng.id) – Wana Wisata Pijar Park yang berlokasi di Desa Kajar, Kecamatan Dawe berhasil menjadi destinasi wisata nonreligi dengan jumlah kunjungan tertinggi di Kabupaten Kudus sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data kunjungan objek wisata tahun 2025 yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus belum lama ini, Pijar Park mencatat sebanyak 188.673 kunjungan wisatawan sepanjang tahun.
Meski Kabupaten Kudus terkenal dengan adanya wisata religi, objek wisata berbasis hutan pinus di Pijar Park ternyata tak kalah eksis. Hal ini terbukti dengan capaian Wana Wisata Pijar Park yang mampu menempati posisi ketiga dalam daftar destinasi terfavorit.
Jumlah tersebut menempatkan Pijar Park di bawah dua destinasi wisata religi terbesar di Kabupaten Kudus, yakni Menara Kudus dengan 1.913.120 pengunjung dan Makam Sunan Muria yang mencatat 840.751 pengunjung.
Adapun 7 destinasi wisata dengan jumlah kunjungan tertinggi di Kabupaten Kudus lainnya yakni Desa Rahtawu 144.775 pengunjung, Museum Jenang 102.044 pengunjung, Irons Waterpark 62.021 pengunjung, Kretek Water Park 43.269 pengunjung, Museum Kretek 42.701 pengunjung, Desa Wonosoco 32.131 pengunjung, serta Taman Krida Wisata dengan 28.844 pengunjung.
Secara keseluruhan, sepuluh destinasi tersebut membukukan total 3.398.329 kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Tingginya angka kunjungan ke Menara Kudus dan Makam Sunan Muria menunjukkan wisata religi masih menjadi tulang punggung sektor pariwisata Kabupaten Kudus.
CEO Pijar Park Kudus, Yusuf, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih destinasi wisata yang dikelolanya. Menurutnya, tren kunjungan ke Pijar Park terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, kunjungan terus bertahan dan mengalami peningkatan. Pada tahun 2025 jumlah pengunjung naik sekitar 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Yusuf mengatakan peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya pengembangan yang dilakukan pengelola. Selain menghadirkan wahana baru dan meningkatkan fasilitas pendukung, promosi yang dilakukan secara konsisten juga memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan jumlah pengunjung.
“Tingginya tingkat kunjungan wisata selain karena fasilitas dan wahana yang terus kami kembangkan, juga berkat publikasi yang masif dari berbagai platform media, baik media sosial maupun media mainstream,” katanya.
Menurutnya, pemberitaan media dan promosi digital menjadi sarana efektif untuk mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Pijar Park kepada masyarakat luas. Apalagi saat ini sebagian besar wisatawan mencari referensi destinasi wisata melalui internet dan media sosial sebelum memutuskan berkunjung.
“Ketika informasi mengenai destinasi wisata tersebar luas dan mendapat respons positif dari masyarakat, dampaknya sangat terasa terhadap peningkatan kunjungan. Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini turut membantu mengenalkan Pijar Park kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan dukungan panorama hutan pinus, berbagai wahana rekreasi, area swafoto, serta fasilitas yang terus dikembangkan, ia optimistis Pijar Park dapat mempertahankan tren pertumbuhan kunjungan pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami Pijar Park tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit di Kudus, tetapi juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah,” pungkasnya.***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Redaksi





























