Blora (lingkarjateng.id) – Sekertaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun bersama 61 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Blora, Selasa (02/06/2026).
Komang tercatat, lebih dari tiga dekade bekerja sebagai PNS di Kabupaten Blora. Nantinya dia akan memasuki masa pensiun dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2026 mendatang.
Bagi Pemkab Blora, momen tersebut bukan sekadar penyerahan SK pensiun biasa. Pasalnya, Komang dikenal sebagai PNS senior, sekaligus pejabat dengan pangkat tertinggi di lingkungan Pemkab Blora.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengaku momen itu terasa istimewa karena dirinya bersama Wakil Bupati dapat menyerahkan langsung SK pensiun kepada para ASN yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk melayani masyarakat.
Dikatakan, ASN yang memasuki masa purna tugas berasal dari berbagai profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, dokter, bidan hingga pegawai pemerintahan.
“Bapak Ibu sekalian pagi hari ini terasa istimewa, karena penyerahan SK purna tugas ini ada salah satu ASN terbaik kita. ASN senior di Kabupaten Blora, Bapak Sekda Komang beliau ini pangkatnya pangkat tertinggi IV/e sebagai ASN tertinggi di Kabupaten Blora,” terang Bupati.
Bupati Arief menyebut, Komang telah bekerja menjadi PNS di Pemkab Blora selama 31 tahun. Tak hanya Komang, Bupati Blora juga menyebut ada yang lebih lama meskipun jabatan tidak semoncer Komang yaitu Tri Marheni yang telah bekerja menjadi PNS selama 41 tahun.
Lebih lanjut, Bupati menyebut selama 31 tahun di Pemkab Blora, Komang telah menjadi bagian dari berbagai perjalanan pembangunan. Karier birokrasi yang panjang mengantarkannya hingga menduduki jabatan tertinggi di kalangan ASN daerah, sebagai Sekretaris Daerah.
Menariknya, di saat banyak orang memilih menikmati masa pensiun dengan beristirahat, menjalankan usaha, dan sebagainya, Komang justru menyiapkan langkah baru. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Arief Rohman yang menyebut rencana tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Tapi kalau Pak Sekda ini pensiun malah mau sekolah S3, ini luar biasa. Jadi ini mau pensiun malah mendaftar doktoral di UNY mau sekolah S3 jadi hobinya karena beliau ini belajar jadi walaupun pensiun masih kuliah lagi,” beber Arief.
Menurut Arief, pilihan Komang untuk kembali ke bangku kuliah menjadi pesan tersendiri, bahwa belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. “Masa pensiun bukan akhir perjalanan, melainkan awal babak baru untuk terus berkembang dan berkarya,” katanya.
Menurutnya, pensiun sejatinya bukan berhenti mengabdi, melainkan untuk melanjutkan pengabdian dengan memberikan kemanfaatan di tengah-tengan masyarakat.
Disisi lain, Arief menegaskan pengalaman puluhan tahun yang dimiliki para pensiunan tetap menjadi aset berharga bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Kami mohon bapak ibu sebagai sosok yang menjadi panutan di lingkungannya masing-masing untuk tetap membantu,” katanya.
Di hadapan para calon purnatugas, Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun untuk Kabupaten Blora.
Bahkan semua para ASN yang mendapatkan SK diberi nilai cumlaude atau lulus dengan predikat terbaik.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora mengaturkan rasa terima kasih penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua dedikasi loyalitas, pengabdian yang sudah bapak ibu berikan selama ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemkab Blora menyerahkan SK Pensiun terhadap 62 orang PNS yang akan memasuki masa purna tugas. Jumlah tersebut terdiri atas 31 orang PNS dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026 dan 31 orang PNS dengan TMT 1 Agustus 2026.
Untuk PNS yang pensiun dengan TMT 1 Juli 2026, terdiri dari 1 pejabat administrator, 3 pejabat pengawas, 22 pejabat fungsional, dan 5 pelaksana.
Sementara itu, PNS yang pensiun dengan TMT 1 Agustus 2026 terdiri dari 1 pejabat pimpinan tinggi, 1 pejabat administrator, 1 pejabat pengawas, 23 pejabat fungsional, dan 5 pelaksana. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Redaksi































