JEPARA, Lingkarjateng.id – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Jepara mulai dipersiapkan secara matang. Salah satunya melalui pelatihan bagi ribuan petugas lapangan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, di Hotel D’Season Premier Bandengan pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPS Kabupaten Jepara Isnaini, perwakilan Kodim 0719/Jepara, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Jepara atas berbagai persiapan yang telah dilakukan menjelang pelaksanaan sensus, termasuk pelatihan bagi petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pengumpulan data.
Ia menilai data hasil Sensus Ekonomi memiliki peran penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah melihat kondisi riil perekonomian masyarakat dan menjadi landasan dalam menentukan arah pembangunan yang tepat,” ujarnya.
Wiwit menuturkan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola aktivitas ekonomi. Banyak usaha yang kini berkembang melalui platform digital, marketplace, hingga media sosial sehingga memerlukan metode pendataan yang lebih komprehensif.
“Karena itu, pemerintah membutuhkan data yang lengkap dan mutakhir agar seluruh potensi ekonomi masyarakat dapat terpetakan dengan baik dan tidak ada sektor yang terlewat dari pencatatan,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, ekonomi Kabupaten Jepara menunjukkan kinerja positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,41 persen. Capaian tersebut didukung berbagai sektor unggulan seperti industri mebel dan ukir, UMKM, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sektor perikanan dan kelautan.
“Potensi besar yang dimiliki Jepara harus didukung data yang valid agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti setiap materi dengan serius serta memahami berbagai kondisi yang mungkin dihadapi saat melakukan pendataan di lapangan.
Selain itu, ia meminta para peserta menjaga integritas, profesionalisme, dan objektivitas selama menjalankan tugas. Menurutnya, setiap data yang dihimpun akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah di masa mendatang.
“Pastikan data yang dikumpulkan sesuai kondisi sebenarnya. Jangan sampai ada informasi yang terlewat atau tidak sesuai fakta karena setiap angka yang dicatat memiliki nilai strategis bagi pembangunan,” tegasnya.
Pihaknya pun mengajak masyarakat Jepara untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan data ekonomi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan peran semua pihak. Mari bersama-sama mendukung pelaksanaannya demi terwujudnya perencanaan pembangunan yang lebih baik bagi Jepara,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Jepara, Isnaini menjelaskan bahwa, Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian, termasuk perkembangan usaha berbasis digital yang terus tumbuh.
“Sebanyak 1.076 petugas pendataan lapangan, 138 petugas pemeriksa lapangan, dan 32 petugas organik BPS akan dilibatkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Jepara,” kata Isnaini.
Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap. Gelombang pertama berlangsung pada 2-4 Juni 2026, gelombang kedua pada 8-10 Juni 2026, dan gelombang ketiga pada 12-14 Juni 2026.
“Total terdapat 15 kelas pelatihan yang akan mengikuti pembekalan ini,” terangnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid































