Blora (lingkarjateng.id) – Komisaris BUMD Blora Patra Energi (BPE), memberikan tiga catatan untuk BPE agar dapat segera melakukan operasional terhadap sumur rakyat yang saat ini sudah resmi.
Komisaris Utama BPE, Dasiran, mengatakan pihaknya memberikan catatan kepada BPE agar dapat segera beroperasi seperti dua badan usaha lainnya yang sudah berproses.
“Sebagai Komisaris kami selalu mendorong percepatan, namun secara teknis oleh Dirut,” kata Dasiran kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Pada upaya itu, Dasiran menyebut ada tiga catatan, pertama terkait kepastian jumlah sumur minyak rakyat yang di bawah BPE, lalu memastikan perizinan, dan mendorong investor agar mau bermitra dengan BPE dalam pengelolaan sumur minyak rakyat.
“Hingga saat ini belum ada investor yang melakukan teken kerjasama. Namun beberapa juga sudah melakukan penjajakan untuk pengelolaan sumur minyak rakyat,” katanya.
Lebih lanjut, terhadap urusan teknis hingga waktu pelaksanaan, Dasiran menyerahkan sepenuhnya kepada para Direktur PT BPE untuk segera dapat menyusul 2 badan usaha lainnya yang bergelut dengan sumur minyak rakyat.
“Meningkatnya pendapatan BPE, akan berdampak pada PAD (pendapatan asli daerah) dengan cara menyumbang Dividen tahunan ke Pemkab,” tambahnya.
Sementara itu, data yang diperoleh Wartawan, BPE memiliki 509 sumur minyak rakyat yang tersebar di 17 desa di sembilan kecamatan. Namun dari sekian banyak titik tersebut, masih berupa titik dan tinggal dilakukan pengeboran. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























