KUDUS, Lingkarjateng.id — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menginstruksikan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) untuk memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
“Hewan kurban di Kabupaten Kudus harus dipastikan kesehatannya untuk keselamatan masyarakat. Karena itu saya minta seluruh hewan kurban yang masuk ke Kudus benar-benar dipastikan sehat, layak, dan bebas penyakit agar masyarakat merasa aman,” ujar katanya.
Sam’ani menegaskan pengawasan harus dilakukan secara maksimal, mulai dari lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga proses penyembelihan hewan kurban.
“Jangan sampai ada hewan sakit yang lolos dan merugikan masyarakat maupun peternak. Kurban itu ibadah mulia, maka hewannya juga harus sehat dan diperlakukan dengan baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetyo mengatakan pihaknya memperketat pemantauan lalu lintas ternak sejak pekan ketiga April hingga menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
“Persiapan menjelang Iduladha ini salah satunya terkait kenaikan populasi dan pemasukan ternak dari luar daerah. Selain itu, kami juga masih menemukan kasus PMK pada ternak besar di Kabupaten Kudus,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.
Didik menyebut, selama periode Januari hingga April 2026 pihaknya masih menemukan sebanyak 22 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak besar di wilayah Kudus. Karena itu, pengawasan kesehatan hewan diperketat di pasar hewan, kandang peternak maupun lokasi milik pedagang ternak.
“Pemantauan kami lakukan terhadap lalu lintas pemasukan ternak, baik di kandang peternak, pedagang maupun pasar hewan, sekaligus pemeriksaan kesehatan ternak,” katanya.
Menjelang Iduladha, Dispertan Kudus memperkirakan terjadi lonjakan populasi ternak kurban untuk berbagai jenis hewan. Untuk sapi diperkirakan mencapai total populasi 4.583 ekor, kerbau sekitar 3.654 ekor, kambing 38.900 ekor dan domba mencapai 17.500 ekor.
Selain pengawasan, Dispertan telah merealisasikan vaksinasi PMK terhadap sapi dan kerbau sebanyak hampir 1.500 dosis sejak Januari hingga April 2026.
“Vaksinasi PMK sudah kami lakukan sekitar 1.300 sampai hampir 1.500 dosis pada ternak sapi dan kerbau,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 5 hingga 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Estimasi pemotongan hewan kurban di Kudus tahun 2026 yakni sapi sekitar 680 ekor, kerbau 1.800 hingga 1.900 ekor, kambing sekitar 9.900 hingga 10 ribu ekor, serta domba sekitar 260 ekor.
Menurut Didik, kerbau masih menjadi hewan kurban favorit masyarakat Kudus dibanding jenis ternak lainnya.
“Kalau di Kudus, kebutuhan hewan kurban paling tinggi masih kerbau, kemudian kambing, baru sapi dan domba,” ungkapnya.
Didik menambahkan, Pemkab Kudus menyiapkan layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia milik pemerintah daerah yang telah memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
“Kami menyiapkan layanan jasa pemotongan hewan kurban di RPH Pemda dengan jaminan sertifikat halal dan NKV. Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” terangnya.
Selain itu, Dispertan Kudus juga membentuk tim teknis khusus Hari Raya Kurban yang bertugas melakukan pendampingan di lokasi penyembelihan hewan, seperti masjid, sekolah, perkantoran hingga lembaga lainnya.
“Petugas nantinya memastikan proses berjalan baik sekaligus mengedukasi masyarakat terkait kesejahteraan hewan dan tata cara penyembelihan yang benar agar menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal,” paparnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa


































