Kudus (lingkarjateng.id) – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, hari ini melakukan panen perdana ikan nila dari kolam bioflok bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (22/5/2026).
Turut hadir pada panen perdana itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo mewakili Wabup Kudus Bellinda Putri, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Kades Undaan Lor, serta pengurus KDMP Undaan Lor.
“Dari KKP kami diarahkan melakukan budidaya ikan tematik, terutama ikan nila karena memiliki pangsa pasar cukup baik di Kabupaten Kudus,” kata Ketua KDMP Undaan Lor Rif’an Hamim di sela panen ikan nila di area persawahan Desa Undaan Lor.
Menurutnya, budidaya ikan nila dengan sistem bioflok memiliki tantangan tersendiri karena teknologi tersebut selama ini lebih banyak digunakan untuk budidaya ikan lele.
Sistem bioflok sendiri mengandalkan kolam bundar berbahan terpal atau HDPE yang dilengkapi aerator untuk mengubah limbah budidaya menjadi flok atau pakan alami bernutrisi melalui bantuan probiotik dan molase.
“Alhamdulillah bantuan 24 kolam bioflok tahun anggaran 2025 akhirnya hari ini (22/6) bisa panen perdana,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap kolam diisi sekitar 700 ekor ikan nila dengan masa pemeliharaan sekitar tiga hingga empat bulan. Untuk ukuran panen saat ini, satu kilogram berisi sekitar tiga hingga empat ekor ikan. “Empat kolam bisa menghasilkan sekitar satu ton ikan saat panen,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, KDMP menerapkan sistem grading atau pengelompokan ukuran ikan sehingga panen dapat dilakukan bertahap dan berkesinambungan.
Hasil panen dijual dengan harga antara Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram tergantung ukuran ikan. Selain dipasarkan ke warung makan, hasil panen juga akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Undaan Lor.
Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie berharap budidaya ikan nila tersebut mampu mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Protein ikan sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan anak sehingga bisa menciptakan generasi masa depan Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo mengapresiasi keberhasilan panen perdana tersebut karena dinilai mendukung program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor perikanan.
“Program seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Ia berharap budidaya ikan nila bioflok di Desa Undaan Lor dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa sumber protein tidak hanya berasal dari daging, tetapi juga ikan.***
Editor : Redaksi































