Jepara (lingkarjateng.id) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara perketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Petugas memastikan kondisi ternak di sejumlah pasar hewan tetap sehat dan mencegah potensi penyebaran penyakit.
Kepala DKPP Jepara Mundofir melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Jepara, Aprilia Elisiawati mengatakan, pengawasan dilakukan karena menjelang Idul Adha biasanya terjadi peningkatan lalu lintas ternak, termasuk hewan yang didatangkan dari luar daerah.
“Jelang Idul Adha kami rutin melakukan monitoring di pasar-pasar hewan untuk mengecek apakah hewan yang dijual ada yang terkena penyakit atau tidak dan mencegah penyebaran penyakitnya, karena biasanya ada juga hewan yang datang dari luar Jepara,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini Kabupaten Jepara masih dalam kondisi aman dari kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Capaian tersebut tidak lepas dari langkah antisipasi yang dilakukan melalui program vaksinasi dan edukasi kepada peternak.
“Sampai saat ini kasus PMK dan LSD nol kasus, karena kami sudah antisipasi dengan vaksin. Selain vaksin kami juga edukasi para peternak untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang hingga kesehatan hewan,” jelasnya.
Aprilia menambahkan, pemberian vaksin dilakukan secara berkala guna menjaga daya tahan hewan ternak terhadap penyakit. Menurutnya, vaksin minimal diberikan setiap enam bulan sekali pada setiap hewan.
Selain itu, DKPP Jepara juga mengimbau para peternak agar melakukan karantina terhadap hewan yang didatangkan dari luar daerah sebagai langkah pencegahan tambahan.
“Kami juga meminta para peternak untuk mengkarantina hewan yang berasal dari luar Jepara. Untuk karantina minimal selama tiga minggu,” katanya.
Menurutnya, masa karantina penting dilakukan agar hewan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan menekan risiko munculnya penyakit akibat stres.
“Fungsi karantina agar hewan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, karena jika hewan itu stres maka akan rentan terhadap penyakit,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Fian






























