Salatiga (lingkarjateng.id) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material aspal belum berdampak terhadap pekerjaan pemeliharaan jalan di wilayah Kota Salatiga.
Hingga saat ini seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin jalan masih berjalan normal dan belum ada proyek yang terdampak akibat kenaikan biaya operasional.
Plt Kepala DPUPR Kota Salatiga Suparli saat dimintai konfirmasi terkait dampak kenaikan harga BBM dan aspal terhadap pemeliharaan jalan mengatakan, DPUPR telah melakukan langkah antisipasi sejak awal dengan menyiapkan stok aspal yang cukup untuk kebutuhan pemeliharaan rutin jalan.
Selain itu, anggaran BBM juga masih dinilai aman meski DPUPR tetap menerapkan efisiensi di lapangan.
“Sejauh ini belum ada yang terdampak. Untuk aspal kita sudah mengantisipasi dengan memiliki stok aspal yang cukup untuk pekerjaan pemeliharaan rutin jalan,” kata Suparli saat dihubungi melalui sambungan telepon pada, Jumat (15/5/2026).
“Sedangkan untuk BBM secara anggaran masih mencukupi walaupun kita berusaha untuk tetap melakukan efisiensi tanpa mengurangi kinerja pemeliharaan rutin jalan,” imbuhnya.
Menurut Suparli, hingga kini belum ada penyesuaian maupun pengurangan target pemeliharaan jalan yang dilakukan DPUPR. Prediksi kebutuhan anggaran untuk pekerjaan rutin juga masih mencukupi.
“Sampai saat ini kita belum ada penyesuaian atau pengurangan target pemeliharaan rutin jalan. Prediksi kami anggaran masih mencukupi,” tuturnya.
Untuk menjaga efisiensi penggunaan BBM, DPUPR menerapkan sistem zonasi pengerjaan. Strategi tersebut dilakukan dengan mengelompokkan lokasi pekerjaan yang berdekatan agar mobilisasi alat, tenaga kerja dan material lebih hemat.
“Kita kelompokkan pekerjaan pemeliharaan secara zonasi, yaitu wilayah atau lokasi yang berdekatan agar mobilisasi alat, tenaga dan material bisa lebih efisien dalam penggunaan BBM,” jelasnya.
Lanjut Suparli, DPUPR juga telah menyiapkan alternatif material berupa aspal instan CPHMA untuk mendukung percepatan pekerjaan pemeliharaan jalan. “Kita telah menyiapkan stok berupa aspal instant CPHMA untuk pekerjaan pemeliharaan rutin jalan,” kata dia.
Meski melakukan efisiensi, Suparli memastikan kualitas pekerjaan jalan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, efisiensi dilakukan tanpa mengurangi mutu pekerjaan di lapangan.
“Kita tetap menjaga kualitas. Kalau pun kita harus melakukan efisiensi, kami tidak mengurangi kualitas dari pekerjaan pemeliharaan rutin jalan yang kita laksanakan,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Fian





























