Semarang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kota Semarang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada peringatan Hari Jadi ke-479. Melalui event Lumpiavaganza, berhasil memecahkan Rekor Dunia MURI dengan membagikan sebanyak 10.052 lumpia gratis.
Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) diserahkan langsung kepada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, usai proses verifikasi di lokasi kegiatan. Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 10.000 porsi.
Ketua MURI Semarang, Ari Andriyani, mengatakan bahwa seluruh jumlah lumpia yang dibagikan telah melalui proses verifikasi resmi. Ia menjelaskan, distribusi dilakukan melalui skema penukaran botol plastik oleh masyarakat.
“Dari target 10.000, hasil verifikasi menunjukkan total 10.052 lumpia berhasil dibagikan melalui mekanisme penukaran sampah plastik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemecahan rekor, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan budaya. Lumpia sebagai kuliner khas Semarang dinilai merepresentasikan akulturasi budaya yang kuat.
“Lumpia menjadi simbol keberagaman dan harmoni budaya di Semarang. Karena itu, capaian ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, tetapi juga diakui sebagai rekor dunia,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan warga yang memadati kawasan Simpang Lima. Program penukaran botol plastik dengan lumpia juga dinilai sebagai langkah kreatif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal angka, tetapi bentuk kebanggaan warga terhadap identitas kotanya. Lumpia adalah warisan budaya yang kita angkat bersama hingga mendapat pengakuan dunia,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk 33 pelaku UMKM lumpia yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Rekor dunia ini menjadi kado spesial bagi Hari Jadi ke-479 Kota Semarang,” tutupnya.
Melalui pencapaian ini, Pemkot Semarang semakin menegaskan posisinya sebagai kota dengan daya tarik wisata budaya dan kuliner, sekaligus menunjukkan inovasi daerah yang mampu bersaing di tingkat global. ***
Jurnalis : Syahril Muadz
Editor : Fian
































