Pekalongan (lingkarjateng.id) – Diterjang longsor, jaringan pipa utama milik Perumda Air Minum Tirta Kajen mengalami kerusakan parah. Imbasnya, distribusi air bersih untuk pelanggan di wilayah Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami gangguan.
Kondisi pipa hancur dan air menyembur deras dari titik kerusakan. Sedangkan material longsor berupa tanah dan batang pohon besar turut memperparah situasi dan menghambat proses penanganan.
Diperoleh informasi, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 24 April 2026 malam, menyusul kondisi intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Sumber Umbul Mudal.
Tebing di sekitar sumber air dilaporkan longsor dan menimpa jaringan distribusi utama, menyebabkan dua pipa berdiameter 8 inci putus total.
“Dua pipa 8 inci kita semuanya terkena longsoran,” ungkap salah satu petugas di lokasi dalam laporan lapangan lewat pesan singkat yang diterima, Jumat (24/4) siang.
“Kondisinya cukup parah karena ada pohon besar yang tumbang dan langsung memutus jaringan pipa utama kami,” imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Perumda Air Minum Tirta Kajen juga tengah melakukan pemeliharaan jaringan di jalur Sumber Mubal hingga BPT-2. Namun, bencana longsor ini memperburuk kondisi dan memperpanjang durasi gangguan distribusi air bersih.
Akibat kejadian ini, setidaknya 10 wilayah di Kecamatan Kajen terdampak, di antaranya Kajen, Pekuncen Ageng, Kajongan, Gandarum, Sabarwangi, Kebonagung, Sangkanjoyo, Sambiroto, Kwasen, Podosari, hingga Karyomukti.
Dari komunikasi internal petugas, dipastikan bahwa kerusakan yang terjadi merupakan pada jaringan distribusi utama.
“Iya, pipa jaringan distribusi utama,” singkat petugas dilapangan saat dikonfirmasi melalui pesan yang diterima.
Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Selain akses lokasi yang sulit dan kondisi medan yang terjal, tim teknis juga harus terlebih dahulu menyingkirkan material longsoran sebelum melakukan penyambungan ulang pipa.
Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi dengan menampung air secukupnya serta bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
Sementara itu, petugas terus berupaya melakukan penanganan darurat demi memulihkan layanan air bersih secepat mungkin.***





























