BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menutup sementara aktivitas pembuangan limbah cair industri tekstil ke aliran sungai setelah hasil uji laboratorium menunjukkan kadar pencemar melampaui batas aman. Keputusan itu diambil menyusul temuan pelanggaran dari salah satu perusahaan yang diperiksa.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan langkah penutupan itu dilakukan berdasarkan hasil uji kualitas limbah dari tiga perusahaan tekstil yang diambil beberapa waktu lalu.
“Dari tiga perusahaan yang kami ambil sampelnya beberapa waktu lalu, hasil uji laboratorium menunjukkan ada satu yang terbukti melakukan pelanggaran,” katanya di Batang, Selasa, 18 November 2025.
Menurut Faiz, kandungan pencemar dalam limbah cair perusahaan tersebut jauh di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Temuan itu menjadi dasar kuat bagi Pemkab Batang untuk mengambil tindakan tegas.
“Dengan hasil laboratorium itu, saya sudah perintahkan penutupan sementara pembuangan limbah perusahaan tersebut,” ujarnya.
Faiz juga menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghitung besaran denda yang harus ditanggung perusahaan sesuai dengan tingkat pelanggaran dan dampak pencemarannya.
Selain denda, perusahaan diwajibkan menyerahkan rencana perbaikan sistem pengolahan limbah.
“Kami juga meminta roadmap perbaikan dari perusahaan itu. Harus jelas apa yang akan dilakukan dan berapa lama proses perbaikan IPAL-nya,” kata Faiz.
Sementara itu, Kepala DLH Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil sampel limbah dari sejumlah titik pada 8 Oktober 2025 dan sampel tambahan dari PT Mafahtex, PT Sukorintex, serta PT Primatex pada 27 Oktober 2025. Sampel tersebut telah diuji oleh Balai Laboratorium Lingkungan Semarang.
Hasil pemeriksaan membuat DLH menjatuhkan sanksi larangan pembuangan limbah ke sungai hingga perusahaan memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Ya, itu pabrik yang memproduksi sarung. Sudah kami tegur dan kami larang membuang limbah ke Sungai Sono sampai sistem IPAL-nya benar-benar diperbaiki,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid





























