PATI, Lingkarjateng.id – Masyarakat Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang tergabung dalam Tambahmulyo Bersatu (Tamber) melakukan audiensi bersama DPRD Pati terkait polemik sebidang tanah lapangan yang akan dibangun menjadi Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat, 7 November 2025.
Dari audiensi tersebut diketahui masyarakat sekitar sebenarnya mendukung pembangunan RS Bhayangkara. Hanya saja dalam proses diskusi pembangunannya, masyarakat mengaku tidak dilibatkan. Sehingga masyarakat mempertanyakan nasib 6 ruko yang berdiri di tanah tersebut.
Sementara Kepala Desa Tambahmulyo, Eka mengungkapkan bahwa lapangan yang disengketakan adalah tanah desa yang tidak bertuan.
“Berdasarkan letter C yang saya bawa memang dari dulu tidak pernah dirubah, jadinya tidak tercatat. Sehingga itu tanah tak bertuan,” kata Eka kepada wartawan.
Hanya saja saat Pemerintah (Pemkab) Pati melalui Bupati Sudewo, tanah tersebut rencananya akan dibangun RS Bhayangkara. Akibatnya muncul gejolak dari sejumlah warga untuk melakukan penolakan.
Menurutnya, masyarakat ingin agar tanah seluas 9.000 meter tersebut tetap menjadi lapangan desa. Sementara dari pihak desa, lanjut dia, sudah memberikan ganti lapangan di tanah bengkok miliknya.
“Itu tanah lapangan, sudah kita ganti dengan bengkok kepala desa. Perkiraan di bulan Januari atau Februari sebelum rumah sakit Bhayangkara jadi, sudah selesai (permasalahan). Saya tidak tahu (tuntutan warga), nanti kita lihat saja prosesnya,” imbuh dia.
Sementara itu Sunandar, selaku perwakilan dari warga yang juga mantan kepala desa setempat dan mantan anggota DPRD Pati enggan memberikan komentar kepada wartawan.
Menengahi polemik ini, Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo bersama tim akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengecek status kepemilikan tanah. Pihaknya juga akan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meluruskan hak milik tanah yang sah secara hukum negara.
“Nanti hari Senin tanggal 10 November kita sidak ke sana. Kita ingin tau permasalahan yang sebenarnya seperti apa,” kata Bandang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S

































